Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
SPERANZA

SPERANZA

Jakarta, Indonesia, 14 Juli 2021 SMA Zervard adalah salah satu SMA favorit di Jakarta dan saat ini sekolah tersebut tengah ramai dan dipadati oleh siswa siswi baru. Para murid baru berkumpul dilapangan bersama anggota OSIS dari sekolah tersebut. Pemuda dengan pakaian yang sangat rapi berdecak sebal saat melihat lapangan dan koridor yang dipenuhi oleh para siswa dan siswi. Dia berjinjit untuk melihat celah agar bisa berjalan melewati mereka semua.
102.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 89 kali sebagai sederet
Baca
+Pustaka
Dijodohin

Dijodohin

Gue berdusta dengan mengangkat kedua jari kanan telunjuk dan tengah pas di kata 'berduan'. "Kenapa gak jalan bareng kita aja, sih, Sa? Kita sama-sama ngajak pasangan masing-masing. Biar lebih seru," komentar Amel. "Sorry lain waktu kita jalan bareng." Gue tersenyum lebar. "Gue pengen berduan." "Yaudah kita jalan," pamit Clarin. "Iya, hati-hati, selamat bersenang-senang. Siapa tau nanti kita ketemu di sana."
109.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 262 kali sebagai sederet
Baca
+Pustaka
Undangan

Undangan

UNDANGAN karya kau-tidak-perlu-tahu. Rahyan meneliti novel itu seksama. Sampulnya berwarna merah hati atau merah tua dengan ornament berwarna emas, sebenarnya hampir mirip dengan desain kartu undangan. Baginya ini cukup unik dan aneh. Tidak biasanya pengarang novel tidak menyertakan nama, paling tidak nama samaran untuk membuat sang pengarang menjadi ikonik. Tidak mungkin mereka tidak mau dikenal jika ternyata novelnya laris dan dinobatkan best seller. Lagipula seperti mencontek tokoh Voldemort di seri Harry Potter dengan nama samaran yang-tak-boleh-disebut. Penasaran dan semakin penasaran, apakah ini benar-benar undangan hanya saja berbentuk buku atau isi ceritanya mengenai pasangan yang me
103.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 93 kali sebagai sederet
Baca
+Pustaka
SELIR HATI

SELIR HATI

tanya Sari dengan nada cemas. “Tidak terlalu,” jawab Gita pelan. “Suratnya menyebutkan rumah kecil dekat sungai. Aku pernah lewat sana dulu, waktu sebelum masuk istana.” Sari menatap Gita. “Kalau boleh jujur, saya masih nggak tenang. Entah kenapa rasanya ada sesuatu yang nggak beres.” Gita tersenyum. “Aku juga ngerasa begitu, Sari. Tapi aku nggak bisa mundur sekarang.”
103.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 129 kali sebagai sederet
Baca
+Pustaka
Sisa Rasa

Sisa Rasa

sahut Rendra dengan suara berat yang serak. Tangan Rendra bergerak lincah diatas bukit kembar Selin. Kemudian tangan yang satunya turun kebawah menyusuri perut rata Selin hingga ke bagian sensitifnya. Rendra memasukkan satu jari tangannya dan menggeseknya pelan, membuat tubuh Selin menegang. Selin memejamkan mata rapat-rapat dan meremas pinggiran bathub, saat merasakan ritme sentuhan tangan Rendra yang semakin lama semakin cepat menjadi lebih menuntut.
10708 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 14 kali sebagai sederet
Baca
+Pustaka
SANTET

SANTET

SANTET CELANA DALAM PART 32 Semakin hari keadaan Ita semakin memburuk. Badannya yang berisi dalam hitungan hari tinggal kulit membalut tulang. Bersamaan dengan itu bau badannya pun semakin busuk menyebar sehingga mulai mengganggu ketentraman para tetangga.
9.27.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 194 kali sebagai sederet
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234568
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status