Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
TERGODA CINTA DUDA DINGIN

TERGODA CINTA DUDA DINGIN

bisik Siska ikut-ikutan. “Si abu-abu yang kita bicarakan tadi.” “Ohh—” Siska ber-O ria. “Om duda yang belum tentu duda.” Naura memutar bola mata.“Hari ini sudah dua kali gue ketemu sama dia. Cih, nyebelin!" “Mungkin jodoh,” kekeh Siska membuat Naura bergidik. “Serem tahu.” “Tapi ganteng kan?” tembak Siska. “Iya sih. Jadi tambah nyebelin,” decak Naura ***
104.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 106 kali sebagai sederet
Baca
+Pustaka
SETELAH KAU PERGI

SETELAH KAU PERGI

Apakah aku merindu? Perlahan Aksara kembali ke meja kerjanya, lunglai menghenyakkan tubuhnya di atas kursi kerjanya. Enggan tangannya membuka layar laptop dan memutar tombol mouse, Saat mata Aksara terbelalak. Tanpa sengaja dia mendapati selembar kertas undangan yang sangat elegan dengan perpaduan warna krem dan gold tergeletak di meja kerjanya. Sejujurnya dadanya berdegup kencang, saat tangannya dengan hati-hati membuka sampul dan lipatannya. Seolah takut merobek dan melukai dua goresan nama yang terpatri indah di dalamnya.
1040.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.0K kali sebagai sederet
Baca
+Pustaka
RENDEZVOUS

RENDEZVOUS

To : Kanza Kasih tahu saya gimana caranya ngehibur orang insecure? From : Kanza Hah? Berasa mbah g****e saya. Kalau begitu passwordnya dulu, Pak. To : Kanza Gak ada waktu cepet kasih tahu saya. From : Kanza Ketik 'Ok g****e bagaimana cara menghibur orang insecure?' To : Kanza Ck banyak mau. Ok g****e bagaimana cara menghibur orang insecure? From : Kanza Jawabannya.. Saya gak tahu pak saya bukan g****e.
1010.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 269 kali sebagai sederet
Baca
+Pustaka
Kesendirian

Kesendirian

Prolog : Setelah hujan reda kami lanjutkan perjalanan untuk pulang dan aku langsung masak makanan favorit anak kost adalah ‘indomie seleraku.’ Malamnya kembali hujan rintik-rintik datang dan membasahi teras halaman kost ku, petir yang begitu kuat, dan tiba-tiba lampu padam dan aku kesulitan untuk mencari lilin. Berharap lampu akan menyala malam ini tapi hampir 2 jam, belum nyala juga. Aku hampir terlelap dan hujan juga mulai redah dan esok pagi aku bangun kesiangan karena lelahnya semalaman. Karena aku bangun kesiangan dan akhirnya aktivitas menjadi tidak terlaksanakan. Aku kesal dan ingin memarahi diri sendiri karena terlanjur bangun kesiangan dan hanya bisa rebahan tapi sepertinya dia tak
102.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 81 kali sebagai sederet
Baca
+Pustaka
Sasakala

Sasakala

Tanya Zamrud Angin berderu dengan keras, asap rokok Zamrud terbelah dan hilang. Saudaranya disebelah Zamrud meringis karena bau rokok mengenainya. Dia bukan perokok seperti Zamrud. Seorang nelayan pantang untuk merokok karena akan berpengaruh pada daya tahan tubuh. Merasa tak enak, Zamrud berdehem dan membenarkan posisi duduk. “ Dia orang Kalimantan, sudah setahun disini. Cerita orang, dia kabur dari konflik berdarah disana. ”
9.82.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 72 kali sebagai sederet
Baca
+Pustaka
Sudoku

Sudoku

Dilihatnya kedua kertas itu secara bergantian dengan seksama. Isi dari kertas itu terlihat sama persis, hanya saja di kertas sebelah kanan terdapat tambahan masing-masing satu angka dalam dua kotak besar permainan. 1 dan 4. Tepatnya pada kotak ke-3 dan ke-5, jika diurutkan dari kiri semua juga atas ke bawah. Bunyi notif pesan kini mengubah atensi pemuda itu. Layar ponsel berwarna silver yang terletak di samping kertas sudoku mengeluarkan cahaya, lalu cahayanya meredup.
9.72.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 65 kali sebagai sederet
Baca
+Pustaka
SENDIAKALA

SENDIAKALA

Udara terasa lebih berat, penuh dengan kata-kata yang terpendam dan kenangan masa kecil yang begitu banyak menghubungkan kami. “Kamu kelihatan capek,” ucap ku dengan suara yang lebih pelan. Aku bisa melihat bagaimana mata nya tampak lesu, dan bahu nya yang biasanya tegap kini tampak sedikit membungkuk. Satya menghela napas perlahan, kemudian mengalihkan pandangannya ke laut yang terus bergelombang. “Uti sedang tidak enak badan. Kondisinya sedikit memburuk sejak tiga hari yang lalu.”
575 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 17 kali sebagai sederet
Baca
+Pustaka
Sisa Takdir

Sisa Takdir

Terlalu harum untuk sekadar teh. Dan… ada sesuatu lagi. Ia mendekatkannya lagi ke hidungnya, membiarkan hidungnya mengenali bau tipis yang tertinggal di dasar cangkir. Ramuan. Ia mengenali aroma itu. Obat tidur ringan, digunakan untuk menenangkan seseorang tanpa membunuh kesadarannya seketika. Biasanya digunakan oleh tabib untuk pasien yang sulit tidur. Tapi dosis dalam cangkir ini…
102.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 108 kali sebagai sederet
Baca
+Pustaka
STRANDED (TERDAMPAR)

STRANDED (TERDAMPAR)

Ternyata di sana ada taringnya, panjang pula. Tak pelak lagi, napas Wendra mendesah panjang. Kedua bola matanya terpelotot tajam. Mulut ternganga bulat. Lidah Wendra mencibir keluar. Wajahnya menjorok ke depan. Sesaat Wendra tampak bego mirip orang sakit ayan. Jantung Wendra mencak-mencak. Sontak dia berteriak. “Baaah! Set... set... setaaaaaaaaaan...! Setaaaaaaaaaan...! Lihat itu ada setan...!” teriak Wendra terbata-bata. Suaranya melengking tinggi hingga membahana ke angkasa sana.
102.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 86 kali sebagai sederet
Baca
+Pustaka
Mendadak Sah

Mendadak Sah

Andai saja diperbolehkan, ia akan mengusir mereka keluar dari sini. "Belum memutuskan atau memang gak subur, Iya kan, Jeng," sambung Tante desy, adik ipar dari mama Resti. "Paling juga dia gak subur. Mending dulu tuh Chandra nikahnya sama anak saya aja. Lulusan s2 lagi, udah gitu cantik." Runa masih terus tersenyum menanggapi ucapan yang semakin menjadi dari teman-teman sang mertua. Mereka bahkan mengatakan itu tepat dihadapannya.
3.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 109 kali sebagai sederet
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status