Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Tetanggaku Maduku

Tetanggaku Maduku

Sari bermonolog, jumawa. Sari memang licik. Dia tidak bodoh dengan menyimpan perhiasan itu lebih lama. Wanita itu berniat menjualnya besok, dengan begitu tak ada bukti jika nanti Ayu mencari-cari si pencuri perhiasan itu. *** "Makanan tadi enak banget, Yu. Ambu tidak tahu kalau di sini makanannya enak-enak," ujar Ambu setelah memasuki rumah.
104.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 111 kali sebagai sek montok
Baca
+Pustaka
Upik Abu Mertua

Upik Abu Mertua

Mereka semua sedang membicarakan berlian di depan Lestari, sepertinya Lestari sangat menyukai berlian yang dibicarakan itu, apalagi yang dia gunakan, tetapi berbeda dengan Hafizah, terdengar semakin jelas olehnya kalau mereka memiliki niat jahat pada ibu mertuanya. Saat mereka semua sudah minum minuman yang disajikan oleh Hafizah, tidak perlu waktu lama untuk menunggu reaksi obat sakit perut tersebut. "Aw, sakit perutku, apa boleh menumpang ke mandi?" tanyanya pada Lestari. "Boleh, ada di sebelah kiri belok kanan," jawab Lestari kebingungan temannya tiba-tiba memegangi perut.
1.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 63 kali sebagai sek montok
Baca
+Pustaka
MENANTU MUSUHKU

MENANTU MUSUHKU

“Siapa?” Maya meneteskan keringat dingin. “Pemimpin MK Foundation.” Delia mencengkeram sandaran kursi. “Apa namanya?” Maya menjawab sangat pelan, hampir berbisik. “Mahendra… bukan nama terakhir yang paling kuat di keluarga ini.” Dan sebelum Delia sempat bertanya lagi, suara langkah berat terdengar dari lorong. Seseorang datang.
579 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 18 kali sebagai sek montok
Baca
+Pustaka
Renggali

Renggali

Atau, memilih berkorban atau mengorbankan. Mirip seperti bunga sakura. Sebuah pohon yang hanya bisa tumbuh di satu daerah saja di Indonesia. Bunga yang berwarna merah muda dengan corak putih di tengahnya, belum lagi daun yang hijau membuat suasana hati terasa tenang. Terlihat gadis cantik yang sedang duduk bersandar di bawah pohon itu dengan pena dan buku di tangannya sedang menulis sesuatu. “Riska! Apa kamu baik-baik saja.”
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 92 kali sebagai sek montok
Baca
+Pustaka
Mantanku Kembali

Mantanku Kembali

Sekar berkata, matanya berbinar. “Apa itu?” tanyaku penasaran. “Bisakah kita berfoto bersama?” Dia meminta dengan nada manja. Tentu saja, aku setuju. Kami bertiga berkumpul, dan Adrian mengambil foto kami bertiga. Senyuman lebar terpancar di wajah kami, seolah ingin merekam momen kebahagiaan ini selamanya. “Ini akan jadi kenangan yang indah,” kataku setelah foto diambil.
1.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 66 kali sebagai sek montok
Baca
+Pustaka
CALON MERTUAKU

CALON MERTUAKU

Dia menerima uangku lalu aku bertanya padanya beberapa hal. “Bang, jadi bangun pesantren?” Aku menahan motornya ketika hendak putar balik menjemput Om Andi. “Jadi Insya Allah, dah bukak lahan. Insya Allah, due minggu lagi buat pondasi.” Oh, pantes aja Om Andi jadi semakin pendiam.
107.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 299 kali sebagai sek montok
Baca
+Pustaka
Demon Emperor

Demon Emperor

MEONG. --- Rate : 21++ 🤣
1012.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 277 kali sebagai sek montok
Baca
+Pustaka
Istri Cantikku Ternyata Lampir

Istri Cantikku Ternyata Lampir

Bima membuka pintu kamar pelan dan melihat gadis itu ternyata sedang menggendong si Montok sambil mengucapkan sesuatu dengan bahasa yang tidak Bima paham. “Giac ngu yen bình la nhing gì đang tìm kiem. Dem nay sunu mindhet.” “Kamu ngapain sih?” Bima menghampiri perempuan aneh itu. Tapi Siti tidak berhenti mengucapkan kalimat tadi meskipun si Montok tidak juga diam. “Dem nay sunu mindhet ... ini mantra tidur, supaya dia tidur seperti orang yang terbaring di peti.”
102.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 47 kali sebagai sek montok
Baca
+Pustaka
Jenderal Naga

Jenderal Naga

Jadi, tidak heran kalau dia berhasil menarik banyak monster ketika dia memulai siaran langsungnya. “Halo, semuanya! Aku adalah Moko, Raja Negara Naga. Raja Someria yang bernama Chandra sekarang muncul di Gunung Mala untuk bertarung melawan Raja Gajah. Seluruh pasukan monster harus mundur dari Sinam kalau sampai Raja Gajah berhasil dikalahkan Chandra.”
9.11.9M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 52.1K kali sebagai sek montok
Tampilkan Ulasan (251)
Baca
+Pustaka
Aura Tion
ceritanya bagus tapi sayang bro,, durasi waktu emang terlalu cepat. Ini namanya ngejebak pembaca ngabisin Kouta dan uang hanya untuk baca secara online. dipikir- pikir lebih baik beli novel. tolonglah yg bertanggung jawab atas ini semua penulis atau penanggung jawab aplikasi, jgn mau untung sendiri.
Jack
baru sampe bab 44,kok saya merasa isi cerita selanjutnya nya akan bikin kecewa.sudah bosan sama cerita orang berkuasa yang pura2 lemah,g jauh isi nya dari penghinaan dan selesai nya permasalahan seolah selesai bukan karena kekuasaan nya (pemeran) sendiri tapi karena orang lain.begitu terus berulang2
Baca Semua Ulasan
The Calendula

The Calendula

Tiffany juga mengingat saat bertengkar dengan Zea Anastasia, gadis yang saat ini di Meksiko, mendapatkan beasiswa S2. Tiffany menatap pemandangan yang berada di hadapannya. Terlihat Bukit Serelo, sebuah bangunan tinggi yang berbentuk ramping. Sebuah monumen yang sangat unik dan tiada duanya di dunia, dan juga menjadi simbol Kota Ini. Di sini jugalah terdapat pelatihan gajah Sumatra dan dapat dijadikan sarana untuk rock climbing.
106.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 263 kali sebagai sek montok
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status