Memikat Hati Tetangga
Wuri melihat Wasis sedang rebahan sambil melihat layar ponsel dan bertelanjang dada.
“Hai! Kak? Apa kalian mau melakukan anu, anu? Ini masih sore, lagi?” katanya tanpa sopan santun, sifat yang sudah dihafal oleh Wida, sebagai ciri khas keluarga suaminya.
“Memangnya kenapa kalau sore? Mau pagi, siang, malam juga boleh, kok!” Sahut Wida yang masih berdiri di dekat pintu.
Wuri mengabaikan Wida dan duduk di sisi tempat tidur sang kakak seraya bertanya, “Mas Wasis tidak lupa barang pesananku, kan?”
Hot Chapters