SELUMBARI
Aku mengangguk.
Kami berjalan bersisian, walau begitu aku membiarkan Slamet yang membimbing jalan. Kami mengobrol tentang sekolah, guru, tugas, dan teman-teman. Slamet itu tipe siswa yang paling banyak temannya. Dia mudah saja bergaul sana-sini, dan selalu punya topik untuk dibincangkan. Aku melihat sekeliling. Rumah-rumah masih padat berjejeran, anak-anak kecil berlarian di jalanan, dan tumben sekali tidak ada ibu-ibu yang bercengkerama di luar.
Bab Populer