Aku Bangkit dari Lembah Neraka
Dingin tipis merambat dari telapak tangannya, bukan karena teknik, tapi karena naluri.
“Tanahnya tampak lelah,” gumamnya pelan.
Bukan rusak berat. Bukan pula tercemar parah. Tapi jelas pernah dipaksa bekerja terus-menerus. Qi di dalamnya tidak kacau, hanya habis. Seperti orang yang diperas tenaganya lalu ditinggalkan.
Ia berdiri dan menatap sekeliling.
Di beberapa titik, tanaman tumbuh kurus. Daunnya pucat. Akar mencengkeram tanah terlalu dalam, seolah mencari sesuatu yang tidak ada.