Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Sembilan Ekor Untuk Sebuah Dendam

Sembilan Ekor Untuk Sebuah Dendam

ucap Hae-rin sebelum turun dari mobil Kang Ji Hoon kemudian pergi melajukan mobilnya untuk pulang ke mansion miliknya, pada malam hari Kang Ji Hoon kembali bermimpi aneh itu lagi, seorang pria yang gagah dan rupawan dengan memakai baju perang duduk diatas kuda, disampingnya ada tandu terlihat seorang wanita cantik duduk di dalamnya, kemudian mimpinya berganti di dalam kamar tidur seperti sepasang kekasih yang sedang bercumbu suara decapan bibir dan desahan yang saling bersahutan satu sama lain, mimpi itu seolah nyata, Kang Ji Hoon seolah bisa merasakan sendiri apa yang terjadi di dalam mimpi itu, samar samar ia melihat wanita itu, bibir Semerah ceri yang sangat familiar untuknya, suara desah
10686 viewsOngoingAdded to Library 14 Times as sempak bolong
Read
+Library
Bulu Perindu

Bulu Perindu

protes Adelia. “Iya, tapi anak-anak mahasiswa lebih kenal Bakso Flamboyan dari pada Bakso Bang Ipul. Karena banyak yang baper kalo bunga flamboyan lagi rontok, mirip-mirip kaya bunga sakura. Banyak yang makan berjam-jam sama pacarnya kan?” “Iya, termasuk kamu,” cibir Adelia. “Eh, inget dulu kamu pernah nggak bayar loh,”
108.3K viewsCompletedAdded to Library 333 Times as sempak bolong
Read
+Library
Sangkur Pora

Sangkur Pora

Menggugah selera. "Mbak, maaf. Haruan cacapan limau kuit tolong diganti jadi menu lain!" sela lelaki berseragam loreng itu. Mataku membeliak, menatap lelaki yang selalu bertindak sesuka hati itu. Sebelum aku membuka mulut, Mas Brian kembali berujar. "Dev, kamu punya asam lambung. Jangan makan yang asem dan juga pedas! Mas gak mau kamu jatuh sakit dan harus di opname lagi!"
103.1K viewsOngoingAdded to Library 115 Times as sempak bolong
Read
+Library
Anathema: Back to the Past

Anathema: Back to the Past

Dengan mengucapkan bismillah, akhirnya trisula yang dipegang oleh Sumelika melesat di kepala semut siluman itu yang menjadikan semut siluman menjadi butiran abu. Sumelika lega, lalu mengucapkan hamdalah lagi, bukti ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Sumelika sekarang menuju ke pos 5, sesuai dengan lukisan yang Sumelika lihat di dimensi manusia, di pos 5 akan ada sundel bolong berkepala 5 yang menjaga pos itu. Dan itu memang benar, baru saja melangkahkan kakinya ke kawasan pos 5, asap merah melesat ke arah Sumelika dan berubah menjadi sesosok sundel bolong berkepala 5 yang menggendong bayi tengkorak. Wajahnya pucat pasi, kantung matanya hitam bagaikan arang, giginya bertaring, d
108.6K viewsCompletedAdded to Library 223 Times as sempak bolong
Read
+Library
Semangkuk Kelapa Parut Untuk Lauk Nasi

Semangkuk Kelapa Parut Untuk Lauk Nasi

50. Semangkuk Kelapa Parut Untuk Lauk Nasi Penulis : Lusia Sudarti Part 50 "Halo Bos, gimana udah ada kabar dari Mas Iman." "Udah Bik, Mas Iman baru muat, kemungkinan malam baru pulang!" "Oh iya bos, terimakasih infonya!" "Iya Bik sama-sama!" Kemudian aku menaruh Hpku kembali. Mudah-mudahan dilancarkan ya Allah, Amin.
102.2K viewsCompletedAdded to Library 60 Times as sempak bolong
Read
+Library
CALON TUMBAL

CALON TUMBAL

Bau yang menusuk hingga ke tenggorokan, seperti bangkai yang telah lama membusuk. Untungnya, hari itu adalah Minggu. Kampus sepi. Hanya ada beberapa petugas keamanan dan warga yang membantu proses evakuasi. Selena menyipitkan mata, menahan pusing yang mendadak menyerangnya. Dari dasar sumur yang semakin mengering, bayangan-bayangan hitam berhamburan ke sana kemari, makhluk-makhluk tak kasat mata yang selama ini mendiami tempat itu. Mereka seolah resah, seperti terusik oleh kehadiran manusia.
102.3K viewsOngoingAdded to Library 89 Times as sempak bolong
Read
+Library
Petaka Di Lorong Kampus

Petaka Di Lorong Kampus

ucap salah seorang preman, menjawab pertanyaan ketua mereka. “Lalu bagaimana dengan satu orang lagi?” “Yang itu berlari jauh dan sepertinya ke arah gerbang kampus, tapi Bolan sedang mengejarnya, mungkin sebentar lagi dia juag sudah dapat meringkus anak bau kencur itu” Pria jangkung itu tersenyum puas atas hasil kerja anak buahnya. Renata terjungkal ke lantai karena hantaman lawanya yang mengenai perut, seketika dari mulutnya mengeluarkan cairan kental berwarna merah.
103.2K viewsOngoingAdded to Library 96 Times as sempak bolong
Read
+Library
Tak Semanis Madu

Tak Semanis Madu

Bab 20 Kemarahan Abi POV ABI Papa menghubungiku semalam, memaksaku untuk pulang, aku harus menggantikan Pradipta untuk seminar dikarenakan Adip sedang kurang enak badan. Namun, nyatanya semua itu hanya sandiwara, nyatanya Tari dan Papa merencanakan kejutan ulang tahun untukku, yang bahkan aku sendiri melupakannya. Memalukan, dalam acara seminar mereka memberikan ini, sudah seperti anak kecil saja aku diperlakukan.
1066.0K viewsCompletedAdded to Library 2.2K Times as sempak bolong
Read
+Library
Teman Seranjang

Teman Seranjang

protes Alice sambil mencebik. "Hihi ... loe buat gue ketagihan. Salah sendiri." Jordi terkekeh geli. "Ish ... itu perut loe aja belom sembuh." Alice menunjuk ke arah perut Jordi. "Hihi ... artinya kalau udah sembuh, boleh main beronde-ronde gitu?" Jordi terkikik.
107.7K viewsCompletedAdded to Library 253 Times as sempak bolong
Read
+Library
SELALU DICAP MANDUL

SELALU DICAP MANDUL

Sambal tongkol, sambal ikan asin, sayur lodeh nangka muda, dan perkedel buatan Bu Ami, adalah menu yang sangat Izza sukai. Pernah suatu sore, Izza sedang makan di rumah Bu Ami. Tiba-tiba Mas Bambang muncul dan menyeletuk dengan omongan menyakitkan. "Idih, datang makan, datang makan. Enak dong. Jangan makan terus, Zah. Nanti badanmu se-gedhe tugu kabupaten, lhoh. Dan makin susah beranak (punya anak) dong," ucapnya.
2.0K viewsOngoingAdded to Library 44 Times as sempak bolong
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status