My Step Brother
Eder kembali menatapku, tatapannya dalam dan benar-benar sulit diartikan, "Gue gak bisa bermain peran kaya lo, well gue tahu dunia modeling tapi buta dengan seni peran. dan menurut lo setelah tahu si brengsek itu gue bisa santai, Dan gak mau mukul wajahnya?"
Aku baru ingin bersuara,
Tapi dia menyela, "Jangan ngomong dulu, lo pasti mau tanya kenapa gue peduli? Itu bukan karena gue peduli atau kasihan sama lo, tapi cowok itu pergi tanpa tanggung jawab! Dan gue benci semua jenis manusia yang pergi tanpa tanggung jawab, pergi begitu saja tanpa peduli gimana nasib orang yang dia tinggalin."
Sikat na Kabanata