Bukan Siti Nurbaya
Toh, rasanya sama saja.
"Beneran nih nggak mau pesan? Nanti nyesel loh," goda Sena.
"Iya, enggak."
"Bu, kopi pahit satu, kopi susu satu, sama mie kuah satu. Cabainya yang banyak ya, Bu," ucap Sena.
"Baik, Aa. Ditunggu ya," balas ibu penjual.
Sena memilih bangku yang menghadap ke luar. Tampak sebuah perbukitan memanjakan mata. Meski malam, bukit tersebut tetap tampak cantik. Pasalnya, cahaya dari lampu turut menghiasi.
Hot Chapters