Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Senja Yang Di Hadirkan

Senja Yang Di Hadirkan

Bukan cemburu, hanya saja gadis kampung seperti senja masih awam melihat kemesraan-kemesraan yang selalu di tunjukkan di tempat umum. "Senja, kau mau pesan apa?" tanya Ariana. "Saya pesan kopi saja, Nyonya." Ariana memesan tiga cangkir kopi dan tiga buah jagung bakar untuk menghangatkan tubuhnya sekaligus untuk mengusir kantuk yang mulai menderanya. "Sayang, kenapa kamu memesan kopi?" tanya Saga setengah berbisik. "Sesekali, kan nggak pa-pa, Mas."
106.1K viewsOngoingIdinagdag sa Library 163 Beses bilang senja kopi
Read
+Library
Mahligai Bersamamu

Mahligai Bersamamu

Di sana ada Jenar yang sedang membuatkan susu untuk Quila. “Je.” “Eh, nggih Gus. Pripun? Mau saya buatkan kopi?” “Iya. Yang pahit ya, Je.” “Nggih, Gus.” Jenar langsung merebus air, kemudian ia menyiapkan racikan gula dan kopi. Setelah air matang lalu kopi itu diseduhnya. Tercium bau khas kopi yang membuat siapa pun pasti ingin mencicipinya.
9.926.1K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 573 Beses bilang senja kopi
Ipakita ang mga Review (14)
Read
+Library
Wiwik Setyo Wiyati
Kisahnya itu menginspirasi dan mengandung nasehat terutama dalam berumah tangga.. Dan ads lucu2nya.. Jadi Semangat bacanya.. Apa lagi mengandung aturan dalam beragama bagaimana seorang Muslim bersikap dg lawan jenis... Semoga berkah kk author..
Endang Sagita
alurnya gk bosenin dan selalu penasaran dg kelanjutannya, ya kalo bisa di oerpanjang bab nya seru bacanya dan aku terhibur sekalibanyak jg pelajaran yg bisa di ambil dr kisahnya ...... semangat terus buat lanjutin kisahnya ......
Basahin ang Lahat ng Review
Mas Sena

Mas Sena

ejek Zelina “Iya , saya gila,” Sena menjeda ucapannya “Gila karena kamu,” lanjut Sena Zelina yang mendengar jawabann dari Sena pun justru tertawa terbahak bahak. Ia bukan tipe cewek yang mudah digombali. “Kenapa kamu ketawa, apa ada yang salah?”Tanya Sena “Emmm gakada. Dasar tua tua keladi,”ejek Zelina
102.7K viewsOngoingIdinagdag sa Library 85 Beses bilang senja kopi
Read
+Library
Perempuan Kopi

Perempuan Kopi

“Ah, sudahlah. Aku tak tahu lagi…” “Ada apa?” Daniela terheran-heran melihat Adrian hanya menatap matcha latte-nya. Keheranan Daniela bukan hanya tentang Adrian yang tengah menatap minuman hijau asal Negeri Tirai Bambu itu saja seraya menimang “Mau aku minum, enggak. Mau aku minum, enggak?” Namun juga, perempuan berhidung bangir itu pun di buat heran ketika Adrian tiba-tiba mengundangnya minum kopi tapi yang dipesan matcha. “Adrian Keenan… apa kamu mengundangku datang hanya untuk melihatmu menatap secangkir matcha?” protes Daniela.
108.6K viewsOngoingIdinagdag sa Library 240 Beses bilang senja kopi
Read
+Library
Seruni Senja

Seruni Senja

jawab Ira. “Wahhh tampan-tampan sekali mereka,” kata Pemilik warung. “Iya dong,” jawab Ira. “Mbak pesan batagor dan minuman ya, aku minuman yang biasannya saja,” kata Ira. “Aku sama kayak Ira saja minumannya,” sahut Furkam. “Aku cappuccino saja,” kata Mahli. “Aku sama kayak Mahli ya,” kata Rani. “Baiklah kalian duduklah dulu,” kata pemilik warung.
106.7K viewsOngoingIdinagdag sa Library 266 Beses bilang senja kopi
Read
+Library
Warung Kopi Dunia Bawah

Warung Kopi Dunia Bawah

Langit-langit warung seolah mendadak dipenuhi kabut hitam kental. Asap mengepul dari cangkir yang baru saja diletakkan Karina di meja. Warnanya bukan cokelat kopi biasa—tapi merah tua seperti darah yang baru ditumpahkan. "Apa ini... kopi?" bisik Toyo sambil menahan napas. "Ini bukan kopi biasa," jawab Karina pelan. "Ini Cangkir Cahaya... senjata terakhir dari dunia atas."
101.2K viewsOngoingIdinagdag sa Library 44 Beses bilang senja kopi
Read
+Library
DIKEJAR DUDA KEREN

DIKEJAR DUDA KEREN

Dan, satu untuk Brian. Jena tersenyum tipis. Dia tahu bahwa Brian adalah pecinta kopi, jadi dia memilih untuk membeli kopi daripada minuman manis. Dia melipat kedua tangannya di atas meja. Lalu, meletakkan kepalanya di atasnya.
1.5K viewsOngoingIdinagdag sa Library 39 Beses bilang senja kopi
Read
+Library
Pesona sang MANTAN

Pesona sang MANTAN

“Itu karena kita gak lagi lari. Kita berhenti, dan mulai jalan bareng.” Senara menutup mata sesaat, menikmati momen itu. Kemudian, ia bangkit pelan dari tempat tidur. “Ayo, aku buat kopi dulu.” “Pakai gula ya!” seru Jati dari balik selimut. “Gak usah, kamu manisnya udah cukup,” goda Senara sambil berjalan ke dapur, pipinya merah sendiri karena malu berkata begitu.
41.3K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 25 Beses bilang senja kopi
Read
+Library
A DEAL WITH COLD PROFESSOR

A DEAL WITH COLD PROFESSOR

Aroma kopi, gorengan, dan kuah bakso menguar, bercampur dengan suara kendaraan yang lalu-lalang. Aku, Revan, dan Layla memilih duduk di salah satu meja pojok yang agak sepi. Revan meletakkan kantong belanjaannya, lalu berdiri sebentar menuju warung kecil di sisi kanan rest area. Tak lama kemudian, ia kembali dengan sebuah gelas yang masih mengepulkan asap hangat. "Ini buat lo, Senja." Ia mendorong gelas itu ke arahku. "Wedang jahe. Biar badan Lo hangat, nggak gampang masuk angin."
822 viewsOngoingIdinagdag sa Library 31 Beses bilang senja kopi
Read
+Library
Istri Kedua Tuan Abraham

Istri Kedua Tuan Abraham

jawab Seem sambil terus menatap wajah Salsa yang manis. Kemudian, dia meminum kopi buatan Salsa dan melotot. Sebab, rasa kopinya asin bukannya manis. Namun, ingin memuntahkan kopi ini rasanya tidak enak. Sebab, Salsa salah memasukan gambar bukannya gula. "Kenapa Tuan? Apa kopinya tidak enak?" tanya Salsa sambil melihat raut wajah Seem yang sangat aneh.
105.2K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 162 Beses bilang senja kopi
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status