Atasan Dingin Itu Cinta Pertamaku
Setidaknya, angka dan tumpukan berkas terasa lebih mudah dihadapi dibanding tatapan dingin Damar barusan.
“Kenanga, Sania, ini untuk kalian.” Arga menaruh matcha latte di meja Kenanga dan kopi butterscotch sea salt latte di meja Sania.
“Thanks, Ar, hafal banget sama kesukaan kita.” Sania mengambil kopinya dan menyeruputnya, ada rona merah di pipinya kala ia mengambil kopi pemberian Arga.
“Kenanga, minum dulu matcha latte-nya. Bukannya kamu bilang, sesuatu yang manis bisa membuat perasaan jadi lebih baik?” Arga tersenyum, tatapannya pada Kenanga menunjukkan kekhawatiran.