Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Yours

Yours

Azka menatap Endi yang hanya diam mendengarkan tanpa membuka suara sama sekali, melihat reaksi Endi seketika membuat Azka takut jika apa yang dilakukannya salah. “Apa aku salah?” tanya Azka hati-hati. Endi menggelengkan kepalanya “Sebenarnya kamu sudah bisa menilai hati kamu akan kemana hanya saja kamu menolak itu semua.” “Aku mulai suka sama Rena?” Endi mengangkat bahu “Kamu yang tahu itu semua bukan aku.” Azka menatap malas pada Endi “Nggak membantu sama sekali.”
108.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 198 kali sebagai sentiments
Baca
+Pustaka
YOU

YOU

Sheila mendongakkan kepala, air mata berjatuhan sebagai saksi betapa sakit hatinya saat ini. Sean bergeming, dia sama sekali tidak menaruh simpati dengan jeritan kesakitan Sheila. Hanya tatapan dingin dan menusuk yang diberikan sebagai balas kesakitan Sheila. Sementara Kesya yang memiliki hati yang sensitif dengan kesedihan orang lain tidak bisa menahan air matanya lagi. Melupakan kejamnya sisi kemanusiaan Sheila, Kesya turut bersimpati dengan kenyataan pahit yang harus dijalani Sheila.
9.911.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 363 kali sebagai sentiments
Baca
+Pustaka
SEQUOIA

SEQUOIA

Nihil, kalo Joi bilang tidak ya tidak. Senyum Baskara terbentuk indah, sempat dipuji Joi dalam hati. Ya ... kalau tentang ketampanan sih Joi tak dapat menyangkal. "Ayo masuk!" Beda dari biasanya, Baskara tidak lagi menyeret Joi seperti yang lalu. Kini ia mengimbangi jalan cewek itu, sehingga terlihat alami. Padahal Joita sedang menahan umpatan sekarang, karena Baskara mengapitnya tepat di ketek. Tidak bau, harum malah. Sayang, Joi tidak menyukai aromanya, dapat ia tebak bahwa Baskara memakai aroma citrus. Ya, citrus, parfum yang kata orang segar karena beraroma jeruk. Tapi, lain lagi untuk Joi. "Selera parfum lo aneh!"
7.52.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 80 kali sebagai sentiments
Baca
+Pustaka
Penyesalanku

Penyesalanku

Ibarat langit dan bumi. Soal attitude apalagi, dia banyak minusnya. Suaranya cempreng nggak ada lembut-lembutnya, kalau ngomong suka ngegas. Aku sendiri kadang malu kalau membawanya ke acara kantor. Wina kurang bisa membawa diri.
1023.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 548 kali sebagai sentiments
Baca
+Pustaka
Sejuta fikiran

Sejuta fikiran

Bukan senyum tulus tapi senyum sinis, membuat orang yang memandang akan ketakutan melihat wajah dinginnya yang dihiasi senyum mematikan. "Gadis aneh" "Itu aku" "I love you" Argebi mengambil payung hitam yang ada ditangan Setta. Seketika gerimis mengenai permukaan kepala lelaki berjambul. Bukan menyingkir tapi tetap mengikuti Argebi dengan langkah tegap. "Berhenti mengikutiku" sentak Gebi Setta berhenti. Argebi merasa seakan waktu yang pas, pergi sendiri tanpa diikuti lelaki penguntit.
2.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 55 kali sebagai sentiments
Baca
+Pustaka
Euforia

Euforia

Akan tetapi, hari ini berbeda. "Yang cepat, ya, Pak. Aku takut kalau lama-lama semobil dengan ini makhluk, takut diterkam, betinanya garang banget," adu Eiden seraya mengusap kedua lengannya seolah sedang merinding. "GUE BUNUH, YA, LO LAMA-LAMA!" ~ "Makasih." Eiden mengernyit. "Udah? Makasih doang, nih?" godanya sambil menaik-naikkan kedua alisnya.
2.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 52 kali sebagai sentiments
Baca
+Pustaka
Forbidden Feeling

Forbidden Feeling

Kenapa bibir ini lancang bertanya lagi. "Nggak boleh ya? Nggak apa-apa kok, aku hanya ingin kenal lebih dekat aja." Ia tersenyum. Senyumnya sangat manis. Oh God, I'm melting. His smile is changing my world. Norak? Iya. It's my first time to be in love with someone. So, don't judge me! "Boleh-boleh, id nya Taniaxx_" (ini fiktif ya teman-teman). Aku segera menjawab sebelum ia berubah pikiran untuk dan tidak bertanya lagi.
102.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 60 kali sebagai sentiments
Baca
+Pustaka
Cinta & Persahabatan

Cinta & Persahabatan

Dia membuka aplikasi pesan di ponselnya dan mengetik dengan hati-hati: “Brian, besok pagi aku akan pergi ke Australia. Aku ingin mengucapkan terima kasih untuk semua dukunganmu selama ini. Kehadiranmu selalu membuatku merasa lebih kuat. Maaf jika aku tidak bisa memberi tahu lebih awal. Aku harap kita bisa tetap berhubungan meskipun jarak memisahkan kita. Sampai jumpa lagi dan terima kasih untuk segalanya. Semoga kita bisa bertemu lagi di masa depan.”
105.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 133 kali sebagai sentiments
Baca
+Pustaka
Kesendirian

Kesendirian

tanya ku dalam hati. Ya, aku harus tetap bertahan sampai vaksinnya aku dapatkan. Akhirnya aku dapat vaksin juga. Suhu tubuh ku 36, 2 ; tensi ku 122/77, masih normal. Aku di periksa oleh petugas tentara, yang memberi suntik juga petugas tentara. Jika sudah di vaksin, efeknya mau tidur, mau makan, malas gerak, serta demam.
102.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 68 kali sebagai sentiments
Baca
+Pustaka
Penyesalan Suamiku

Penyesalan Suamiku

kata seseorang tersebut sambil tersenyum. "Hai, terima kasih untuk ucapan dan doanya. Semoga kau juga bahagia," jawab Clarissa tersenyum lebar. "Ya, terima kasih." jawab Ray tersenyum tipis, yang langsung mengubah ekspresi wajahnya kembali datar.
5.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 122 kali sebagai sentiments
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status