Pembalasan Sang Dokter Jenius
bisiknya, suaranya parau karena syok dan murka.
Di sebelah kiri, di dekat tumpukan pasir dan kerikil yang menggunung, hanya ada sekitar lima atau enam orang pekerja. Mereka tidak bekerja dengan semangat. Mereka hanya duduk-duduk di atas karung semen yang mengeras, merokok, tatapan mereka kosong, sesekali mengaduk adukan semen di dalam ember dengan gerakan yang begitu lambat dan tanpa tenaga, seolah sedang mengaduk bubur basi.