Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Cinderella and Her Boots

Cinderella and Her Boots

Rosangelynz
[MATURE] "BRENGSEK! SIAPA YANG BERANI MELEMPAR BENDA MENJIJIKAN INI KE KEPALAKU?" "AKU BENAR-BENAR AKAN MEMBUATNYA BABAK BELUR!" Mataku terbuka lebar mendengar umpatan kasar barusan. Aku buru-buru memunguti bukuku dan berusaha berdiri dengan bertumpu pada kedua lututku. Rasa dingin menyengat telapak kaki kananku begitu aku berhasil berdiri tegak. Aku melirik ke bawah dan menemukan kaki kananku hanya terbalut kaus kaki tanpa sepatu boots. "Aku harus membuat perhitungan dengan pemilik sepatu boots sialan ini! Berani-beraninya melempar sepatu boots ke kepalaku!" Dia Jason Butler, playboy sekaligus brandalan yang paling digilai para murid wanita di Heigberk High School. Astaga, aku dalam bencana! Jika di dalam donggeng sang pangeran mencari pemilik sepatu kaca untuk dijadikan ratunya, di sini kita akan menemukan pangeran yang berkeliaran mencari 'Cinderella-nya' untuk dijadikan 'samsak tinju'. Atau mungkin pemeran utama wanita kita, Steffy yang malang dapat merubah kisah yang tragis ini menjadi romansa manis. Mari lihat bagaimana akhirnya. [Princess Tale, First Tale : Cinderella and Her Boots] by Rosangelynz
2.3K viewsOngoingIdinagdag sa Library 77 Beses bilang sepatu pantofel adalah
Read
+Library
Red Shoes Murderer

Red Shoes Murderer

Cathalea
Kota Manhattan gempar. Di musim semi yang cerah, mayat seorang gadis ditemukan dalam kondisi mengenaskan. Tangan dan kakinya terikat, sepasang kakinya yang dibungkus sepatu berwarna merah hancur tak berbentuk menyisakan tulang kaki yang remuk. Tak terbayangkan betapa besar rasa dendam yang dimiliki pelaku terhadap korban hingga ia berbuat sebrutal itu. Sebuah misteri terpahat di tungkai yang tersisa, berupa angka tiga yang dibuat dari darah. Tidak ada yang bisa mengerti makna angka yang tertulis itu. Apakah korban ke-3? Atau ... tanggal pelaku membunuh korban? Atau ... sebuah isyarat akan ada korban berikutnya dalam waktu tiga hari? Kent Bigael, detektif dari unit pembunuhan langsung turun ke TKP. Pria yang terkenal temperamental itu tidak bisa menyembunyikan rasa kagetnya. Dalam 20 tahun karirnya sebagai polisi, baru kali ini ia melihat korban dengan kondisi begitu. Korban yang dibakar ada, yang tusuk dan dimutilasi pun banyak. Namun, korban dengan kaki remuk baru kali ini ia temukan. Bersama partnernya, detektif Joey, Kent berusaha menemukan pelaku. Ia mengumpulkan bukti-bukti lalu menyusuri satu persatu jejak yang ditinggalkan korban. Namun, baru saja memasuki hari ke tiga, korban yang lain kembali ditemukan. Ciri-cirinya persis sama. Kent terdiam, udara di sekitarnya terasa membeku. Ia sadar saat ini sedang berhadapan dengan seorang psycho, pembunuh berantai yang saat ini sedang melakukan permainan yang menantang penegak hukum kota Manhattan bermain adu tangkas. Lewat sikap brutal yang ia tujukan pada pemakai sepatu merah, ia ingin menunjukkan bahwa gaya hidupmu bisa membawamu pada kematian. Lewat angka-angka yang terukir ia berkata, jika kalian pintar temukanlah aku dalam waktu yang kutuliskan. Ada apa dengan sepatu merah? Mengapa pelaku hanya mengincar korban yang memakai sepatu merah?
106.9K viewsOngoingIdinagdag sa Library 254 Beses bilang sepatu pantofel adalah
Read
+Library
Mengejar Cinta Nona WO

Mengejar Cinta Nona WO

Menjadi wedding organizer berarti aku--Irene-- harus bisa menghadapi klien cerewet, ibu-ibu perfeksionis, sampai kejadian tak terduga dengan senyum manis dan sepatu hak tinggi. Tapi, tidak ada yang mempersiapkanku untuk Gasan Ishaaq, pria 32 tahun yang selalu membuatku.....
2.0K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 42 Beses bilang sepatu pantofel adalah
Read
+Library
CINDERELLA & CEO

CINDERELLA & CEO

Wulanissa
Merlin tidak mengerti apa yang membuat diterima kerja di perusahaan ini. Tempo hari waktu melamar ada tujuh kandidat dengan kualifikasi profesional sebagai sekretaris, tapi entah apa yang membuat Mark menjatuhkan pilihan pada Merlin disaat Merlin bahkan memakai sepatu kets untuk melamar kerja
93.3K viewsOngoingIdinagdag sa Library 116 Beses bilang sepatu pantofel adalah
Read
+Library
I'am Not Cinderella

I'am Not Cinderella

Shofi Nur Hidayah
Hidup Julea Anastasia harus berubah 180 derajat demi menemukan sebelah sepatu heels pertamanya yang hilang di ruang meeting kantor tempo hari. Untuk mendapatkan sepatunya kembali dia harus menemani Andrew Nugraha, bosnya yang super galak dalam kencan buta. Tidak mau merelakan sepatu baru yang dia dapat dari menabung selama tiga bulan, Julea harus berulang kali terlibat dalam aksi Andrew menggagalkan perjodohannya sendiri. Namun, karena tuduhan seseorang keduanya harus menikah! Tidak mau kehilangan akal, Julea berniat membongkar kejahatan itu bersama dengan Andrew. Sifat angkuh dan sok berkuasa dari Andrew berusaha Julea lawan dengan sifat keras kepalanya. Saat dua sifat berlainan itu disatukan mungkinkah ada kisah indah bak negeri dongeng tercipta, atau selamanya hanya ada hubungan pura-pura?
106.3K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 239 Beses bilang sepatu pantofel adalah
Read
+Library
Ambil Saja  Uangmu, Mas

Ambil Saja Uangmu, Mas

hanya karena minta uang untuk membeli sepatu anakku yang telah sobek dan tak tega melihatnya di ejek aku dilempar uang seratus ribu dah dianggap pengemis oleh suamiku. Lihatlah Mas, aku akan buktikan kalau aku bisa tanpa kamu, akan aku buat kamu menyesal dan bersujud di kakiku!
1019.6K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 529 Beses bilang sepatu pantofel adalah
Read
+Library
Istri Sang Mafia

Istri Sang Mafia

Lisma Ardianti
"Sekarang mau disini wanita jalang !! , aku harap, akan membusuk disini dan jadi mainan para lelaki hidung belang",ucap Andrew. "Tega, aku ini istri mu andrew!?!?",lirih Kalista. "Hahahaha .... tega !!, lucu sekali aku mendengar kalimat itu, Kalista ",ujar Andrew sambil mencengkram leher jenjang kalista yang putih. "Tolong, lepaskan aku Andrew !!",mohon Kalista dengan terus memegang lehernya yang masih di cengkram oleh Andrew. "Memohon-lah terus kalau bisa, jilat tapak sepatu ku ini kalista.Tapi tidak aku tak akan membiarkan mu hidup sama seperti kedua orang tua mu yang dungu itu !, Ooops ",ungkap Andrew secara tidak sengaja. "Apa maksud mu Andrew??!", Kamu apa-kan orang tua ku??", Tanya Kalista. Kalista adalah gadis kaya raya yang menjadi rebutan banyak pria dan termasuk Andrew. Andrew adalah sesorang yang mengambil segala nya dari kalista dan termasuk keperawanany. Sehingga kalista menjadi gila dan meninggalkan kekasihnya yaitu Robert. Perpisahan itu dan pertemuan kembali ketika Robert menemukan kalista menjadi salah satu pelayan di bar yang di miliki. Hingga akhirnya mereka kembali menjalin kasih dan menikah. Dengan segala upaya dari Robert, Kalista membalas semua perbuatan Andrew dan keluarganya yaitu mama-nya dan ternyata mama Andrew adalah mama angkat-nya
3.6K viewsOngoingIdinagdag sa Library 108 Beses bilang sepatu pantofel adalah
Read
+Library
TOPENG MANIS SANG PEMBUNUH

TOPENG MANIS SANG PEMBUNUH

Langkah Hera terdengar pelan di lorong hotel. Sepatu hak pemberian tamu ke-2 ini terlalu sempit, itu sudah 5 tahun lalu, tapi ia belum mampu mengganti sepatu prada yang seperti itu . Bagi orang lain, gaun merahnya mungkin tampak mewah. Bagi Hera, itu cuma seragam. Topeng. Tangannya menggenggam erat tas kecil Hermes pemberian tamu ke-3. Di dalamnya hanya ada dompet tipis, lipstik murahan, dan kartu mahasiswa yang hampir jatuh tempo. Mahasiswa. Ya, itulah Hera di siang hari. Mahasiswi Sastra tahun akhir. Tapi di malam hari… ia menjual dirinya. Ia tidak pernah menyangka akan sejauh ini. Semua karena satu hal, uang. Adiknya butuh operasi, dan orangtuanya bahkan tak mampu bayar listrik. Hera belajar terlalu dini bahwa cerita di buku-buku tak pernah menyelamatkan orang miskin. Dan malam ini, ia harus menghadapi klien yang berbeda. Klien yang bahkan manajer tempat “kerjanya” tadi berulang-ulang, mengingatkannya, “Jangan macam-macam. Dia bukan orang biasa.” "hmm memangnya tamu seperti apa dia?" Hera menghitung jemarinya "oh, pria ini adalah tamu yang ke-9" Hera menghitung mereka untuk meyakinkan dirinya sendiri bahwa dia tidaklah semurahan itu. Managernya selalu bilang " Jangan banyak pilah pilih, untung cantik kalau tidak mah bisa gawat!" Pintu kamar 1705 terbuka otomatis. Sosok pria duduk di kursi dekat jendela, punggungnya menghadap Hera. Gelas anggur di tangannya berkilau diterpa cahaya lampu kristal. Pria itu bahkan tidak menoleh ketika Hera masuk. “Duduklah.” Suaranya berat, dalam, tapi tenang. Hera menelan ludah. Biasanya klien akan langsung tersenyum, meraba atau yang paling ekstrim langsung menerkamnya tanpa busana. Tapi pria ini? Ia hanya memandang keluar jendela, seolah keberadaan Hera bukanlah hal penting.
576 viewsOngoingIdinagdag sa Library 13 Beses bilang sepatu pantofel adalah
Read
+Library
Aturanmu, Bukan Aturanku!

Aturanmu, Bukan Aturanku!

Aku adalah Isha, putri dari bos mafia nomor satu di Sisilia. Sejak kecil aku selalu memberontak. Ayah takut aku suatu hari bertindak gegabah dan menikah dengan orang yang tidak pantas, jadi dia langsung memberi perintah bahwa aku harus bertunangan dengan Luca, pewaris Keluarga Marino yang sedang naik daun. Meskipun ini pernikahan politik, setidaknya aku ingin memilih cincin yang kusukai. Oleh karena itu, aku menghadiri lelang keluarga mafia. Saat cincin permata penutup acara ditampilkan, aku mengangkat papan penawaran. Palu lelang bahkan belum jatuh ketika suara wanita yang arogan terdengar dari samping belakangku. "Gadis kampungan sepertimu berani ini menyaingiku? Empat miliar! Kalau tahu diri, cepat keluar sendiri." Tempat itu langsung hening selama beberapa detik, hanya terdengar suara rana kamera yang pelan. Aku menoleh dan melihat seorang wanita mengenakan gaun haute couture berwarna emas. Senyum santai menggantung di sudut bibirnya, seolah seluruh ruang lelang adalah panggung pribadinya. Belum sempat aku bicara, juru lelang sudah tergesa-gesa mengetukkan palu. "Terjual! Selamat kepada Nona Sophie yang berhasil mendapatkan cincin utama 'Bintang Abadi'!" Alisku mengerut dan amarahku membuncah. "Belum selesai dilelang sudah bisa diketuk? Tempat ini aturannya buruk sekali." Sophie berbalik dengan tatapan tajam, menilikku dari ujung sepatu hingga puncak kepala. "Aturan?" Dia mengejek, "Sayang, aku ini Sophie, adik angkat Luca, pewaris Keluarga Marino. Di sini, akulah aturan!" Aku tak bisa menahan tawa. Kebetulan sekali, Luca adalah nama tunanganku. Aku segera mengambil ponsel dan menekan nomor yang sudah kuhafal. "Luca,'adik angkatmu’ baru saja merebut cincin pertunanganku. Kamu mau gimana?"
29.2K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 1.1K Beses bilang sepatu pantofel adalah
Read
+Library
Semalam Bersamamu

Semalam Bersamamu

Aldrich Candra
"Berapa bayaran lo buat satu malam?" Langkahku terhenti seketika. "Kenapa? Segitu pengennya lo ngerasain permainan gue?" Aku kembali, menatap dirinya dari ujung sepatu hingga puncak kepalanya seolah menyelidik. "Buat apa? Nunjukkin ke orang-orang kalau lo hebat gitu? Ke mana otak lo? Harga diri lo?" Sara maju selangkah, menghadapi aku yang berusaha terlihat kuat dengan bersedekap. Nyatanya aku hanya melindungi diri. "Ngebayar gue buat semalam?" Aku menertawakan idenya. "Aksa! Kalau memang cuma itu caranya buat bisa dekat sama elo. Kasih tau gue!"
1022.0K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 615 Beses bilang sepatu pantofel adalah
Ipakita ang mga Review (51)
Read
+Library
Senja
bagus banget ceritanya,sedih,seneng romantis,manis semua jadi satu mewek juga sih. tapi btw mau tanya ya kak disini masih sma atau kuliah sih??kalo di cerita nabas kan udah kuliah semester akhir.bentar deh kayaknya disini masih sma gak sih??bentar tak cek dlu lagi aja deh
Aldrich Candra
Ayo diskusikan! Apa aja yang kamu suka dan enggak suka dari cerita ini? Apa aja yang perlu dibenahi dalam cerita? Keluarkan uneg-unegmu. Enggak pake filter juga enggak masalah, tapi bakal kita diskusikan langsung, ya. Kasih kritik dan saran yang heboh. Di akhir, aku bakal kasih hadiah menarik.
Basahin ang Lahat ng Review
PREV
1
...
7891011
...
50
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status