Diriku Seutuhnya
Sebongkah batu vulkanik yang belum dipoles, ditempa dari api dan kesedihan, dikirim langsung dari Kota Binto.
Kalung itu tak pernah lepas dari leherku. Bahkan di hari pernikahan kami, saat Felix memelukku erat dan untuk pertama kalinya berbisik bahwa dia mencintaiku, kalung itu tetap menggantung di sana.
Dia melangkah lebih dekat, nada bicaranya terdengar ringan, tapi justru membuatku tidak nyaman.
“Celine selalu merasa nggak enak badan selama hamil. Mungkin kalung itu bisa bantu menenangkan perasaannya.”
Hot Chapters