Seribu Pintu Sindukala
Sebelum pedangnya dihentakkan ke bawah, Maruk menarik nafas dalam-dalam, dan ingatannya melompat ke masa lalu.
Ia teringat Sindukala yang duduk terpojok di lantai beraroma debu dalam cahaya remang. Wajahnya yang dipenuhi luka dan ketakutan, menatap pada dua rekan Maruk yang menjulang sombong di hadapannya. Mereka menghujaninya dengan pukulan dan hinaan, dipaksa supaya mengakui perbuatan yang tidak pernah dilakukannya. Ketika Sindukala mau mengatakan sesuatu, satu pukulan fatal menewaskannya. Maruk, yang sejak semula berusaha mencegah rekan-rekannya supaya tidak bertindak terlalu jauh, menjadi geram, dan kegelapan merasuki hatinya, sehingga ia menarik pistol glock miliknya dan menembak rekann
Hot Chapters