Lelaki Pilihan Surga
“Ra, yang aku tahu, ada kasih sayang yang besar dan ketulusan di dalam hatimu. Jadi amarah yang emosional itu bukan dirimu. Itulah yang membuatmu kadang sesak dan akan menyesali, setelah semua itu terjadi. Kamu beruntung, Allah selalu mengalihkanmu, saat kamu mulai keluar dari jalurmu. Allah benar-benar sayang padamu, Ra. Dia tidak membiarkanmu berlama-lama, dalam kendali nafsu.”
Aara berusaha menenangkan dirinya. Citra kembali memberikan pelukannya untuk sahabatnya.
Beberapa menit berlalu. Aara sudah kembali stabil. Setelah melaksanakan salat dhuha, dia terlihat jauh lebih baik.
“Salah dhuha, rutin ya Ra?”
“Alhamdulillah. Kalau aku harus ke kampus, aku laksanakan empat rakaat. Tapi, jika ak
Hot Chapters