Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Terjebak Di Antara Para Lelaki Tampan

Terjebak Di Antara Para Lelaki Tampan

Raika harus menasehati kakak keduanya itu supaya jangan berbuat keterlaluan pada sahabatnya. Perjalanan pertama mereka adalah menuju Pasar Baru Trade Center. Di sana mereka akan membeli peralatan sholat, bed cover, kain, handuk, serta beberapa pasang underwear. Meski idak banyak yang dibeli, tetapi mereka harus pintar memilih barang serta menawar harganya. "Calon emak-emak ngeri nih, si Raika," bisik Khalif pada Kiran. Gadis itu menganggukan kepalanya setuju. Saat ini ketiganya sedang membeli seperangkat alat sholat.
104.7K viewsOngoingAdded to Library 140 Times as sholawat pepali ki ageng
Read
+Library
MISTERI RUMAH ASHWABIMA

MISTERI RUMAH ASHWABIMA

Radi menghampiri mereka, senyumnya mengembang lebar. "Nenek sudah makan? Ini aku bawa Sego pecel Bu Mariam, khas dari Lohjawi!" Radi menaruh kantung plastik besar yang dibawanya ke meja nakas. Nenek Waidah tertawa. "Kowe Ki lucu, Rad. Lha wong aku ini bakul pecel kok dibelikan sego pecel. Yo bosen aku!" Kinanti dan Radi ikut tertawa. Radi lupa sang nenek adalah penjual nasi pecel legendaris yang terkenal di seantero kecamatan Karangjati.
1.2K viewsCompletedAdded to Library 28 Times as sholawat pepali ki ageng
Read
+Library
Bara Dendam Sang Prabu Boko

Bara Dendam Sang Prabu Boko

"Dari Walaing, tersedia kayu jati melimpah untuk perancah. Sungai Opak menyuplai batu andesit terbaik dari kawah Candrageni secara alami. Dan yang terpenting, Shilpin-shilpin terbaik bermukim di sana, di bawah naungan Mpu Kumbhayoni, siap menyumbangkan kemahiran mereka." Mendengar laporan itu, wajah Rakai Pikatan perlahan berbinar. Ia bangkit dari singgasananya, melangkah menuju peta yang terhampar. "Begitu..." katanya pelan, menunjuk titik yang ditunjukkan Gagak Rukma. "Wanua Param Brahman... Sebuah keputusan yang tiada banding." Ia kemudian berbalik, menatap tajam kepada kedua punggawanya, senyum kemenangan terukir. "Di Param Brahman ini, doa-doa akan melangit dan batu-batu akan bicara ten
102.2K viewsCompletedAdded to Library 49 Times as sholawat pepali ki ageng
Read
+Library
Bukan Ibu Susu Palsu

Bukan Ibu Susu Palsu

Apakah Wati sengaja? "Ma, kenapa harus makan rebusan pepaya muda?" Raya sangat hati-hati ketika bertanya pada Wati. "Rebusan pepaya sangat bagus untuk ASI kamu," jawab Wati. "Sudah, jangan banyak tanya. Makan sekarang. Habiskan rebusan pepaya muda itu. Mama tidak suka dibantah," paksanya. "Setelah makan, kamu harus memompa ASI kamu. Mama sudah siapkan pompanya."
105.8K viewsCompletedAdded to Library 127 Times as sholawat pepali ki ageng
Read
+Library
Sepiring Tumis Pepaya Muda

Sepiring Tumis Pepaya Muda

Ia tersenyum sambil menggeser piring berisi tumis pepaya itu kehadapanku. "Kau lihatlah ini, Zia. Sepiring Tumis Pepaya Muda yang disajikan ini terlihat mewah dan menarik. Bahan dasarnya memang hanya buah pepaya muda, Tapi, Bi Imas membuatnya terlihat menarik. Karena diberi tambahan jamur dan potongan daging ayam." "Ini sama denganmu," lanjutnya sambil tersenyum menatapku.
1011.9K viewsCompletedAdded to Library 382 Times as sholawat pepali ki ageng
Read
+Library
Legenda Tongkat Semesta

Legenda Tongkat Semesta

Seumur hidup, baru kali ini dia menemukan makanan kering dengan cita rasa harum dan manis seperti itu. “Itu adalah manisan pala, buah pohon yang tumbuh di wilayah kerajaan Swasekerta,” jawab Galuh tersenyum lembut. “Baunya sangat menyegarkan, aku bisa memakai buah ini sebagai racikan bumbu,” ungkap Lintang.
1014.0K viewsCompletedAdded to Library 447 Times as sholawat pepali ki ageng
Read
+Library
Benih Papa Sahabatku

Benih Papa Sahabatku

Pujian yang diucapkan Gilang membuat Alea tersipu malu. "Idih, seger apaan? Orang baru balik sekolah dibilang seger. Kusut kaliiii ...." elak Alea meski hatinya suka dengan pujian yang dilontarkan Gilang. Lelaki dewasa itu terkekeh. "Kamu mau dibuatin kopi?" "Mau dong! Aku sengaja mampir di sini soalnya kangen sama kopi buatan Abang. Bikinin ya, Bang!" pinta Alea dengan sikap agak memohon.
10110.3K viewsCompletedAdded to Library 3.9K Times as sholawat pepali ki ageng
Read
+Library
Sangkur Pora

Sangkur Pora

Nasi sup khas Banjar. Dengan penuh semangat, kumasukkan suap demi suap menu yang sering disajikan Emak pada hari spesial itu. Biasanya Emak menyediakan nasi sup khas Banjar ketika perayaan hari besar Islam. Entah itu lebaran atau maulidan. Mas Brian juga menyantap dengan lahap, tetapi ia tak menyentuh sate ayam miliknya. "Kok satenya gak dimakan, Mas?"
103.1K viewsOngoingAdded to Library 111 Times as sholawat pepali ki ageng
Read
+Library
Pesona Sang Peri

Pesona Sang Peri

Mereka menangkap butiran salju dengan suka cita. Sudut bibir Fjola terangkat. Ia bahkan dapat merasakan kulit halusnya yang tertarik ke pipi. Fjola menoleh. Di sampingnya duduk peri gagah yang bernama Agis itu. Jemari mereka bertautan di antara lengan kursi yang terbuat dari kayu berhias permata. “Kita tidak bisa terus di sini, Eleanor,” kata peri bernama Agis itu menatap Fjola.
109.2K viewsCompletedAdded to Library 265 Times as sholawat pepali ki ageng
Read
+Library
Kultivator Surgawi

Kultivator Surgawi

Pil ini memancarkan aura yang sangat kuat, yang jelas menunjukkan bahwa pil ini berkualitas tinggi. "Barang pertama yang akan dilelang adalah pil tingkat tinggi peringkat tujuh. Pil tingkat tinggi peringkat tujuh ini disebut Pil Terobosan Yang Mulia Surgawi. Pil ini dapat sangat membantu para pendekar bela diri menembus ke Alam Yang Mulia Surgawi, meningkatkan peluang seorang pendekar bela diri setengah langkah Alam Yang Mulia Surgawi untuk menembus ke Alam Yang Mulia Surgawi hingga lebih dari 50%!" Suara Yu Jing yang manis dan menawan bergema di aula lelang saat dia dengan tenang memperkenalkan khasiat dan efek dari barang yang akan dilelang.
1039.6K viewsOngoingAdded to Library 1.3K Times as sholawat pepali ki ageng
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status