Pak, Jangan! Nanti Ketahuan!
Jarak yang terlalu sempit untuk disebut aman, namun terlalu lebar untuk tidak terasa seperti kehilangan.
Napas berat terdengar di dalam kabin. Siapa punyapun tidak bisa memastikan milik siapa napas itu—mungkin milik keduanya, bercampur, saling bertabrakan di ruang sempit di antara wajah mereka. Udara di dalam mobil terasa berubah teksturnya, menjadi sesuatu yang lebih tebal, lebih panas, lebih berat di paru-paru.
"Saya gak tau," suara Aruna keluar lebih rendah dari yang dia sangka, berguncang di tengah-tengah deru napasnya yang masih belum mau reda, "sebenarnya apa yang Pak Atlas pikirkan tentang saya."
Bab Populer