Dunia Baru Sagara
“Iya, alhamdulillah, aku kasihan sama Ibumu. Dia menangis terus saat kamu menghilang. Mulai sekarang jangan menghilang lagi ya, semua orang akan merindukanmu.”
“Mm, begitu ya? Kamu akan merindukanku tidak?”
Ningsih tersenyum lagi, Saga melihat sedikit rona merah di pipi gadis bisu itu. Sudah dia duga, kemampuan menggombalnya masih sama. Entah di kota ini atau di Ambarwangi, hati perempuan tak ada bedanya. Sama-sama akan hanyut jika Sagara sudah menggodanya.
“Nanti sore kamu sibuk tidak, Saga?” tanya Saga masih berbahasa isyarat.
Bab Populer