Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Kinari dan Benang Waktu

Kinari dan Benang Waktu

Sunyi yang bukan tanpa suara, melainkan sebelum bunyi pernah ditemukan. Tak ada atas atau bawah. Tak ada dingin atau hangat. Tak ada jauh atau dekat—hanya antar-ruang, lapisan tipis di mana segala arah dilucuti dari maknanya. Kinari merasakan tubuhnya menjadi catatan kecil di buku besar yang berhenti ditulis; Kael merasakan nadi pada pergelangan tangannya berubah dari detak menjadi titik. El’Thyren menyala sekali—pijar bulir mutiara—lalu meredup, seolah menghormati tempat yang tidak mengenal terang maupun gelap.
926 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 29 kali sebagai silent hours
Baca
+Pustaka
Balas Dendam yang Hening

Balas Dendam yang Hening

Sudut pandang Valentina. Kegelapan. Kegelapan yang tidak berujung dan menyesakkan. Setelah jantungku mulai berdetak lagi, aku merasa seperti melayang di kehampaan, tidak sepenuhnya hidup, tapi juga tidak mati. Kadang aku bisa mendengar suara Alex, penuh isak putus asa dan pengakuan. Tapi aku tidak bisa kembali.
3.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 132 kali sebagai silent hours
Baca
+Pustaka
Tuan Muda Tersembunyi Pulau Alcatraz

Tuan Muda Tersembunyi Pulau Alcatraz

Di ruang hampa yang gelap, sunyi, tanpa batas… Di dunia tanpa cahaya itu… Sebuah suara menggema, seolah memanggil namanya. Awalnya terasa tidak nyata… namun perlahan menjadi semakin jelas, semakin dekat… dan semakin nyata. Nathan masih berdiri linglung. Sendirian. Tidak bergerak. Tidak berbicara. Seolah keberadaannya hanya tersisa sebagai bayangan di tengah kehampaan.
104.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 113 kali sebagai silent hours
Baca
+Pustaka
Sistem Tanpa Batas

Sistem Tanpa Batas

Ribuan entitas cahaya yang baru saja keluar dari kepompong silika mereka tidak memiliki pita suara. Di dalam aula The Silent Garden yang kini sunyi dari getaran seismik, komunikasi beralih dari suara menuju spektrum elektromagnetik. Makhluk-makhluk ini—yang disebut Thorne dalam catatannya sebagai Homo Lumen—mulai berkomunikasi melalui pola kedipan pada kulit membran mereka yang transparan.
104.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 130 kali sebagai silent hours
Baca
+Pustaka
TEROR SINDEN GHAIB

TEROR SINDEN GHAIB

Seperti denyut pelan yang memanggilnya. “Di depan.” Ia berkata pelan. Bima mengangkat senter lebih tinggi. Cahaya putih menabrak batang pohon besar di depan mereka. Hutan terasa lebih sunyi dari biasanya. Tidak ada suara burung malam. Tidak ada suara ranting patah. Seolah semua makhluk hidup memilih diam. Hileon tiba-tiba berhenti. “Tunggu.”
852 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 17 kali sebagai silent hours
Baca
+Pustaka
Protokol Senyap: Aletheia

Protokol Senyap: Aletheia

teriaknya, suaranya pecah, namun tenggelam oleh dentuman kembang api yang terus meledak di langit malam. Di dalam air, Lena membuka matanya setengah sadar. Samar-samar dia melihat sosok yang mendekat di antara riak gelap, lalu kilatan cahaya seperti arloji di tangan seseorang itu—sebelum semuanya perlahan menghilang dalam kegelapan laut. • Earpiece di telinganya mengeluarkan suara statis. "Bzzzt—krrt— Lena— kau dengar— kzzzt—"
265 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 6 kali sebagai silent hours
Baca
+Pustaka
Pembalasan Sang Siren

Pembalasan Sang Siren

Nama itu tidak pergi setelah layar ponsel menggelap. Klinik Saint Orla. Kiara berdiri diam di tengah apartemennya, ponsel masih berada dalam genggamannya. Ruangan di sekelilingnya sunyi, terlalu sunyi untuk sesuatu yang baru saja mengguncang bagian terdalam dari ingatannya. Tidak ada suara selain napasnya sendiri yang perlahan ia paksa tetap stabil.
507 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 14 kali sebagai silent hours
Baca
+Pustaka
Matahari yang Ingin Terbenam

Matahari yang Ingin Terbenam

Ternyata suara itu berasal dari balik tembok, sedangkan aku berada di salah satu sisi yang berlawanan dari asal suara itu. Semakin dekat, jelas suara itu semakin nyata di telingaku. Suara rintihan yang kadang diselingi tangisan, memilukan. Membuat rasa penasaranku semakin besar dan makin menyebalkan, maksudku, aku itu penakut tapi malah nekat dan mencari sumber suara itu. Ya,, jika suara tadi benar-benar setan di siang bolong, setidaknya aku bisa berlari sekuat tenaga juga tak lupa berdoa setiap detiknya agar hantu itu tak menghantuiku untuk selanjutnya.
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 81 kali sebagai silent hours
Baca
+Pustaka
Bisikan Tengah Malam

Bisikan Tengah Malam

Teriaknya dengan lantang. "Paham pak!" Kelas pun dimulai, suasana di dalam ruangan itu tampak hening.Tak ada satu orangpun yang berani mengeluarkan suara dari mulutnya. Jessy yang biasanya selalu membuat keramaian di dalam kelas pun kini mulutnya sudah terkunci rapat rapat. Kunci itu seakan-akan hilang dan iya tak berani mencari kunci itu untuk membuka mulutnya yang tergembok.
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 76 kali sebagai silent hours
Baca
+Pustaka
Hidden Secret

Hidden Secret

Keadaan begitu sunyi dan senyap. Cahaya mentari, menembus masuk melalui ventilasi kecil. Liana mulai membuka mata, perlahan ia memperhatikan sekitar. Beberapa kali mengeluh karena rasa pusing itu terus mucul.
1011.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 239 kali sebagai silent hours
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status