Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Tertawan oleh Don Mafia

Tertawan oleh Don Mafia

Tidak ada jawaban. Silas hanya menatap, sebelum akhirnya bergerak tanpa mengalihkan pandangan. Langkahnya ringan, tapi cukup untuk meninggalkan suara lewat sandal kulitnya. Hentakannya seirama dengan suara detik jam dinding, namun terasa sangat mengganggu untuk telinga Iris. “Hentikan.” Iris mengernyit. Kerutan di dahinya semakin dalam. Dia menggeleng, lalu menutup kedua telinganya. Matanya terpejam sesaat, sampai suara itu tidak lagi terdengar.
105.4K viewsOngoingAdded to Library 139 Times as silent hours
Read
+Library
Tenggelam Dalam Keheningan yang Membunuhku

Tenggelam Dalam Keheningan yang Membunuhku

Adikku mengidap autisme. Para dokter menyebutnya "kelebihan rangsangan sensorik yang parah". Aturannya sederhana. Tidak boleh ada suara yang tiba tiba. Sama sekali tidak boleh. Jadi, sepanjang hidupku harus dijalani dalam keheningan. Aku tidak pernah memakai sepatu hak tinggi. Aku tidak pernah meninggikan suara. Aku bahkan tidak diizinkan tertawa. Semua itu demi mencegah adikku mengalami krisis emosi. Ayahku, Victor, kepala Keluarga Chaniago, sering menggenggam bahuku. Wajahnya dipenuhi rasa bersalah saat berkata, "Sera, kamu anak baik Ayah. Melindungi adikmu adalah tanggung jawab kita. Kamu sehat dan kuat. Kamu pasti bisa sedikit berkorban demi dia, bukan?" Hari itu, aku berada di teras lan
2.8K viewsCompletedAdded to Library 86 Times as silent hours
Read
+Library
SURA, PANGERAN TERBUANG

SURA, PANGERAN TERBUANG

Bisikan yang Menembus Sunyi Dalam keheningan itu, suara lembut muncul dari dalam kesadaran He Sura. Bukan suara manusia—melainkan resonansi dari Heavanly Dao miliknya sendiri. “Ayahhanda He Sura…” suara itu lembut, nyaris seperti nyanyian, “Ayah tahu ia tak pantas menanggung kebenaran. Tapi sampai kapan kau akan memendam luka itu sendirian?”
1010.0K viewsCompletedAdded to Library 321 Times as silent hours
Read
+Library
Sweet Dreams

Sweet Dreams

Semua itu membuatnya terengah-engah, tapi tak sedetik pun Nina berpikir untuk menghentikan tariannya. Dua jam lebih, Nina menyetel musik untuk terputar secara otomatis. Setiap lagu berganti maka tarian pun akan ikut berganti. Napas Nina terputus-putus pada lagu terakhirnya. Nina menjatuhkan tubuhnya ke atas lantai yang dingin. Menatap sejenak bayangannya pada cermin. Nina terpekik keras.
101.7K viewsOngoingAdded to Library 67 Times as silent hours
Read
+Library
silhoute of love

silhoute of love

Dan dalam keheningan itu, sungai kembali tenang, seakan menelan seluruh kisah dan kesedihan yang pernah ada. ***
630 viewsOngoingAdded to Library 13 Times as silent hours
Read
+Library
TAKLUK DI PELUKANNYA

TAKLUK DI PELUKANNYA

ledakan sunyi itu… anehnya tak menyakitkan. tidak ada api. tidak ada getaran. hanya keheningan yang menusuk tulang—seolah seluruh dunia kehilangan suaranya dalam satu kedipan. auryn berdiri di tengah ruang resonansi yang kini padam. lampu-lampu mati. layar-layar kosong. tapi yang paling aneh... tidak ada alarm darurat yang berbunyi.
1.0K viewsOngoingAdded to Library 21 Times as silent hours
Read
+Library
CINTA DITENGAH KESENDIRIAN

CINTA DITENGAH KESENDIRIAN

Semalaman Riska menangis. Dia masih belum percaya bahwa Roy tega mengakhiri hubungan mereka. Dia menangis sampai sesunggukan. Akhirnya dia tertidur karena sudah lelah menangis. Keesokan paginya, dia terbangun. Dia langsung bercermin melihat wajahnya. Matanya bengkak. Pasti karena menangis semalaman. Dia merasa tidak bergairah untuk bekerja. Dia melihat jam juga sudah menunjukkan pukul setengah sembilan pagi. Dia berdiam diri memperhatikan dirinya sendiri dicermin. Tiba-tiba dia mendengar pintu apartemennya diketuk.
102.2K viewsOngoingAdded to Library 77 Times as silent hours
Read
+Library
Kebangkitan Klan Phoenix

Kebangkitan Klan Phoenix

Mereka membuka mulut untuk membalas, tapi tidak ada suara yang keluar. Kiran telah diam-diam merapalkan mantra "Silentium Temporis"—mantra penutup mulut sementara—untuk mencegah kedua Imp itu mengatakan sesuatu yang bisa membongkar penyamaran mereka. "Aku tidak peduli apa pendapat kalian," kata Kiran tenang, mengabaikan ejekan. "Aku datang untuk bertarung, bukan untuk mendengar ocehan tidak berguna."
109.6K viewsCompletedAdded to Library 376 Times as silent hours
Read
+Library
Suamiku Hanya Diam

Suamiku Hanya Diam

Ke esokan harinya, di pagi yang cerah dengan suara kicauan burung yanv berbunyi seperti membangunkan para orang oranh yang tengah tertidur. Matahari yang tadi malu malu menunjukan diri nya sekarang keluar perlahan demin perlahan. Cahaya terik yang menembus hordeng hotel membuat wanita yang tengah tertidur seperti buntalan kini terusik akan cahaya yang terik. “eughh..." lenguhan pun terdengar, wanita itu mengeliat lalu membuka mata nya. “jam berapa ini??" ucap nya dengan suara serak dan lemah.
1.0K viewsOngoingAdded to Library 24 Times as silent hours
Read
+Library
Sisa Cahaya di Jalan Gelap

Sisa Cahaya di Jalan Gelap

Tidak ada kata-kata di antara mereka, hanya keheningan yang sarat makna. Galuh menunduk, mendekat. Ratri memejamkan mata, menahan perasaan yang bercampur antara takut dan pasrah. Malam itu berjalan begitu pelan, diisi oleh desau napas, bisikan samar, dan getar yang tak bisa dijelaskan dengan kata-kata. Napas Ratri terengah-engah. “Mas…” suaranya keluar begitu lirih, hampir seperti desahan yang bergetar di antara udara malam.
756 viewsOngoingAdded to Library 21 Times as silent hours
Read
+Library
PREV
1
...
456789
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status