Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Antara Dendam dan Penyesalan

Antara Dendam dan Penyesalan

Wanita itu mengenakan gaun terusan hitam yang indah dengan sulaman bunga mawar di bagian bawahnya. Kulitnya seputih salju, ujung jarinya yang lembut menekan nada terakhir dari lagu pada tuts piano Suara yang baru saja bergema perlahan menghilang, membuat dunia seketika menjadi sunyi senyap seolah-olah tidak ada kehidupan. Wanita itu tidak menoleh. Calvin pun mengambil inisiatif untuk berbicara kepadanya, "Nyonya, aku datang kemari sesuai permintaanmu."
9.5979.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 20.6K kali sebagai silent woman
Tampilkan Ulasan (394)
Baca
+Pustaka
Pey hakiki
hai kak author, aku adalah salah satu penggemar berat novel kaka ini, tadi aku buka PF sebelah "orange", aku gk sengaja liat buku dengan judul " antara dendam dan penyesalan", aku cuma mau nanya apakah yang ulpoad disana kaka juga? , aku cuma khawatir ada yg plagiat novel kaka yang satu ini.
Rita Andriani
Novel ini selesai di bab 1674. Akhirnya selena menikah lagi dgn Harvey sirah mati di tembak sma lupa namanya tp itu loh laki2 yg nembak mati yg lindungi selena. Tp dia jg mati kakek tua dr tuan bennett yg dikira udh meninggal ternyata masih hidup. guru slena jg penjahat tp akhirnya dia jg mati
Baca Semua Ulasan
Kamu Pura-Pura Amnesia dan Tolak Nikah, Aku Nikahi Sang Konglomerat

Kamu Pura-Pura Amnesia dan Tolak Nikah, Aku Nikahi Sang Konglomerat

Karena terlalu larut dalam pikiran, dia sama sekali tidak menyadari ada seseorang yang tengah menguntitnya dari belakang. Baru setelah dia melangkah masuk ke dalam ruang dispenser dan menyalakan keran air, sebuah suara ketus mendadak terdengar dari arah belakang tubuhnya. "Ziana, kamu pasti merasa sangat sombong sekarang, ‘kan?" "Silvia?" Ziana sungguh tidak menduga akan berpapasan dengan Silvia di tempat seperti ini. Wanita itu tampak sangat kuyu. Jika biasanya dia berpenampilan modis hingga ke ujung rambut, kini tidak ada satu pun perhiasan mewah yang melekat di tubuhnya.
9.7175.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 6.0K kali sebagai silent woman
Baca
+Pustaka
Sang Penguasa Elemental

Sang Penguasa Elemental

“Kita... benar-benar jadi satu suara!” Ravina tertawa kecil. “Baru kali ini aku ingin pertarungan terus berlangsung.” Namun di sela keceriaan, Vania menoleh cepat ke langit… dan melihat sesuatu. Di antara kabut resonansi... wajah pucat bersinar. Tanpa mata. Hanya mulut. “Silence Requiem...” bisiknya. Wajah itu belum menyerang. Tapi ia... sedang mendengarkan.
102.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 51 kali sebagai silent woman
Baca
+Pustaka
Tolong Lepaskan Aku Tuan Billionaire

Tolong Lepaskan Aku Tuan Billionaire

Suaranya terdengar mencicit, jauh lebih tinggi dari nada normalnya. Silas meletakkan gelas anggurnya pelan di atas meja, bunyi dentingan kaca yang tipis memecah kesunyian di antara mereka. Pria itu mencondongkan sedikit tubuhnya ke depan, manik mata birunya mengunci setiap inci ekspresi di wajah Hanaya yang kian memucat karena salah tingkah. "Apa aku menyukaimu?" ulang Silas dengan nada rendah
101.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 53 kali sebagai silent woman
Baca
+Pustaka
Tenggelam Dalam Keheningan yang Membunuhku

Tenggelam Dalam Keheningan yang Membunuhku

Adikku mengidap autisme. Para dokter menyebutnya "kelebihan rangsangan sensorik yang parah". Aturannya sederhana. Tidak boleh ada suara yang tiba tiba. Sama sekali tidak boleh. Jadi, sepanjang hidupku harus dijalani dalam keheningan. Aku tidak pernah memakai sepatu hak tinggi. Aku tidak pernah meninggikan suara. Aku bahkan tidak diizinkan tertawa. Semua itu demi mencegah adikku mengalami krisis emosi. Ayahku, Victor, kepala Keluarga Chaniago, sering menggenggam bahuku. Wajahnya dipenuhi rasa bersalah saat berkata, "Sera, kamu anak baik Ayah. Melindungi adikmu adalah tanggung jawab kita. Kamu sehat dan kuat. Kamu pasti bisa sedikit berkorban demi dia, bukan?" Hari itu, aku berada di teras lan
2.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 100 kali sebagai silent woman
Baca
+Pustaka
SANTET

SANTET

SANTET PAKAIAN DALAM 11 Tepat tengah malam, Ita duduk di kursi menghadap jendela kamar Nining. Ia menaruh meja kecil di depan jendela kamarnya, menempelkannya ke tembok. Di atasnya Ita menaruh cawan yang telah ia isi dengan air, di atas permukaan cawan itu ia taburi bunga. Lalu dengan silet Ita melukai ujung jari telunjuk dan jari tengahnya. Darah menetes ke dalam cawan. Kemudian Ita mengaduk-aduk isi cawan tersebut, sehingga air yang tadinya bening seketika berubah warna menjadi merah. Secuil kemenyan ia bakar, baunya menguar menusuk indra penciuman. Asap itu meliuk-liuk disapu angin. Setelah Itu Ita menutup matanya, menangkupkan kedua tangannya di atas kepala. Mulutnya berkomat-kamit me
9.37.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 258 kali sebagai silent woman
Baca
+Pustaka
silhoute of love

silhoute of love

Flashback off Malam itu terasa dingin, bahkan angin yang bertiup seolah menusuk tulang. Rosalin berdiri di atas jembatan penyeberangan yang sepi, hanya ada cahaya lampu jalan yang temaram di sekitar. Di bawahnya, sungai hitam mengalir pelan, memantulkan kilauan bintang yang samar. Matanya kosong, tatapannya lurus ke arah air yang terlihat begitu tenang, seolah memanggilnya untuk datang.
632 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 15 kali sebagai silent woman
Baca
+Pustaka
Hasrat Cinta Tuan William

Hasrat Cinta Tuan William

Di tengah keheningan itu, William duduk sendirian di ruang kantornya—ruangan yang selalu ia anggap paling aman sekaligus paling kejam. Di atas meja kerja yang rapi, tergeletak sebuah foto dalam bingkai perak. Silvana. Jari William terangkat perlahan, menyentuh permukaan kaca yang dingin. Ia mengusap wajah istrinya itu dengan ibu jari, sangat hati-hati, seolah takut menyakiti sesuatu yang bahkan sudah lama tak bernyawa. “Kau selalu cantik,” gumamnya lirih.
102.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 55 kali sebagai silent woman
Baca
+Pustaka
Hidup Seorang Wanita

Hidup Seorang Wanita

Mita sapaann wanita berusia 30 tahun yang memiliki tinggi badan 176cm dengan kulit putih, hidung bangir, bibir sensual yang jika tersenyum maka akan muncul dua buah lesung pipi yang menghiasi wajah mulusnya. Setelah suaminya pergi menuju kamar ia dengan tergesa segera mengikutinya dan saat masuk ke dalam kamar ternyata suaminya sedang berada di kamar mandi, ia lalu segera mengganti pakaiannya dengan pakaian tidur menerawang serta menyemprotkan parfum favorit suaminya dulu saat mereka masih pacaran tak lupa ia juga memakai sedikit bedak dan memoles lisptik tipis pada bibirnya.
102.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 64 kali sebagai silent woman
Baca
+Pustaka
Sweet Revenge

Sweet Revenge

Sweet Revenge Dalam keheningan mereka terdiam dengan pikiran masing-masing. Di sebuah danau yang sangat indah dipandang, dengan cahaya matahari pagi yang memantul dengan indahnya menimbulkan warna pelangi. Sebuah mobil X-Pander terparkir di tepi danau. Stela hanya terdiam duduk di sebelah laki-laki yang berpakaian jas hitam dan celana dasar. Memandang layar pipih ditangannya, Dafin berdecak lalu mengusap kasar wajahnya.
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 93 kali sebagai silent woman
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status