Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Aku Pria Biasa yang Tinggal dengan Enam Wanita Berbahaya

Aku Pria Biasa yang Tinggal dengan Enam Wanita Berbahaya

"Koper cip data di meja itu. Bisakah kau meretasnya dan membuatnya meledak atau overload?" "Itu cip isolasi fisik, Aira. Aku tidak bisa meretasnya dari jarak jauh," Naya terdengar frustrasi. "Tapi... tunggu. Ruangan silo itu masih memiliki derek amunisi tua di langit-langit, tepat di atas posisi mereka. Aku bisa meretas motor dereknya dan menjatuhkan kontainer baja seberat tiga ton tepat ke atas meja negosiasi mereka."
10586 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 21 kali sebagai silo
Baca
+Pustaka
Kamu Akhirku, Berbalut Komedi Romantis-Tragis

Kamu Akhirku, Berbalut Komedi Romantis-Tragis

Sila: Terakhir deh janji Hahaha Brandon: Yaudahh. Mau yang apa? Sila: Level empat dua. Brandon: Sil? Sila: Pleaaaseee. Yaa??? Brandon: Ok. Sila: AAAAAA bos graceo baik bangeettt. Read. Sila meletakkan ponselnya di sofa lalu beranjak ke dapur untuk minum. Gadis itu mengedarkan pandangan ke seluruh ruangan yang hampir mirip tong sampah.
1.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 63 kali sebagai silo
Baca
+Pustaka
Test Book

Test Book

Penapika12268
Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test
1.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 56 kali sebagai silo
Baca
+Pustaka
Sasakala

Sasakala

Mata Pak Rawa melotot Nyimas tertawa lepas, diikuti Hasta. Pak Rawa juga ikut tertawa melihat gigi Hasta yang hitam akibat bubuk kopi. Suara ketiga orang itu sengat keras mendominasi suara obrolan orang-orang yang sedang beristirahat di warung kopi. Belum ditambah lagi suara uap air panas yang keluar dari lubang kecil meramaikan suasana. Sampai ada seorang yang masuk tak disadari Nyimas dan Hasta.
9.82.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 92 kali sebagai silo
Baca
+Pustaka
LORO

LORO

Send: cowok apaan? Ping: jelaslah cowok apaan? lo kan lagi mabuk, Zi, mabuk berat nona besar! Gila gue bahkan mimpi basah gara-gara cowok itu nolak gue. Ping: did you believe that, gue ditolak? Send: Sera, gue tau lo manis tapi please dada lo kempes, dan cowok itu gak masukin lo dalam tipenya Ping: brengsek lo! sejak kapan lo jadi pandai menggurui? tapi liat aja, gue gak akan ngelepasin cowok itu sebelum dia tidur sama gue
9.79.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 381 kali sebagai silo
Baca
+Pustaka
Alice

Alice

"Bang, piala diamond ilang!" "APA?!"
105.8K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 132 kali sebagai silo
Baca
+Pustaka
Venturas

Venturas

Bersambung Chace : Entahlah.... :v gak tau mau ngomong apa
103.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 65 kali sebagai silo
Baca
+Pustaka
Sadena

Sadena

Membuat Selin harus menyiapkan keberanian lebih banyak. Selin mengintip layaknya sebuah pengintai yang handal. Langkah kakinya pelan agar tak menimbulkan suara. Ketika tubuh Sadena hilang di belokan kanan, Selin mengikuti cowok itu lagi. Dan ia membelalak saat Sadena memasuki gedung tinggi tua yang terlihat angker. Di sisi gedung itu dipenuhi ilalang dan barang rongsokan. Membuat Selin berpikir apakah Sadena sedang melakukan ekspremin hantu atau sejenisnya. Seperti yang ada di acara TV itu. Apasih namanya? Selin lupa.
1011.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 314 kali sebagai silo
Baca
+Pustaka
Anara

Anara

Dan benar saja, satu pesan dari nomor tak dikenal. Anara memandang Bara, menanyakan siapa yang menghubunginya. Cowok itu diam saja, tetapi tangannya membuka pesan dari nomor tak dikenal itu. [Uang yang kemarin sudah habis. Sekarang kirimkan 150 juta, jika kamu tidak mau video itu aku sebarkan.]
9.92.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 67 kali sebagai silo
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status