Cinta Sang Preman
Bos," sapa lelaki berperawakan tinggi ceking, tanpa lengan dia berbaju sampai kelihatan badannya penuh tato.
"Woiy, Tur." mereka bersalaman lalu berpelukan dengan cara mereka. Aku baru lihat orang ini, sepertinya bukan genk nya Kenzo.
"Kenalin nih, calon istri gue." Ken memperkenalkan aku, aku menautkan dua tangan di depan dada lalu menyebutkan namaku.
"Tita,"
"Satura."
"Lu ngapain ada di sini?" tanya Ken lagi, kami berjalan beriringan menuju kamar rawat inap.
Sikat na Kabanata