Bukan Pembantu Gratisan
"Ya Allah ... Ya Gusti, Yati, ke mana saja kamu, Nduk, kenapa baru pulang sekarang, sudah empat tahun, baru pulang ssekaran?”
Cukup lama aku dan Bu Isur berpelukan, netraku seketika memanas, buliran menggenang di bola mata ini.
"Panjang ceritanya, Bu. Oh, iya, Bu, perkenalkan, ini Bu Sarti, tetangga Yati saat di kota, dan sudah Yati anggap seperti Ibu sendiri, sama seperti Bu Isur.”
Bu Sarti mengulurkan tangannya, kedua wanita yang sudah kuanggap seperti ibu sendiri itu bersalaman dengan santun.
Bab Populer