Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Sweet Coffee

Sweet Coffee

Mako mengangguk lalu kembali ke posisinya bekerja. Aroma khas kopi hitam memenuhi rongga hidungku, membuatku tertarik untuk mencicipinya. Menikmati kopi di pagi hari memang yang paling nikmat karena sejak dulu aku sudah menyukainya. Hingga sekarang sudah banyak aneka rasa dan jenis kopi yang kucicipi, beberapa kuhidangkan dalam menu kafe ini. “Carissa!” sebuah pekik dari seorang wanita membuatku seketika menoleh kearah pintu masuk.
3.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 119 kali sebagai slogan kopi aesthetic
Baca
+Pustaka
Kesayangan Tuan Muda

Kesayangan Tuan Muda

Bagaimana jadinya jika setiap hari seperti ini, sungguh melelahkan. "Permisi Pak ini kopinya sesuai permintaan Bapak tadi," ucap Lea masih dengan senyum yang ramah. 'Please enak please, aku capek' "Not bad, tapi gue pengen kopi instan," ucap Ken setelah menyeruput sedikit kopi buatan Lea. "Buatin!" pinta Ken dengan nada yang terdengar dingin di telinga Lea. "Maaf pak, maksudnya kopi sachet gitu ya atau gimana?"
2.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 80 kali sebagai slogan kopi aesthetic
Baca
+Pustaka
Antara Hati dan Janji

Antara Hati dan Janji

Di atas baki, di antara dua cangkir kopi pesanannya, terdapat tisu, kemasan gula, dan creamer dengan teks yang sama. Saka mengambil satu sachet creamer lalu membacanya: "The Kania." Ia tahu apa arti nama itu. Saka mengamati tiap sudut kafe, menyadari betapa indahnya tempat itu, betapa reflektifnya dengan karakter Agnia yang dulu dikenalnya. The Kania bukan hanya sebuah kafe; itu adalah bukti dari kekuatan dan tekadnya untuk bangkit dari masa lalu, tanpa bergantung pada siapa pun. Agnia sudah meraih impiannya.
10875 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 24 kali sebagai slogan kopi aesthetic
Baca
+Pustaka
Nona Hemat di Sarang Konglomerat

Nona Hemat di Sarang Konglomerat

Dia tidak akan menyentuh monster krom itu. Tangan Citra bergerak cepat ke balik dispenser air galon. Dia menarik harta karun yang disembunyikan di sana. Sebuah sachet plastik kecil berwarna merah menyala. Kopi instan curah. Beli satu renceng, gratis piring cantik. Komposisinya jelas: sembilan puluh persen gula biang, krimer nabati dari kelapa sawit, perasa sintetik, dan sedikit doa supaya konsumen tidak kena diabetes sebelum usia tiga puluh.
948 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 22 kali sebagai slogan kopi aesthetic
Baca
+Pustaka
Teror Pendakian Jalur Selatan Rinjani

Teror Pendakian Jalur Selatan Rinjani

Tanpa sepatah kata, Bang Ochi menerima tawaran itu. Sebenarnya, Bang Ochi tidak terbiasa meminum kopi, apalagi sebelum sarapan. Ia hanya penyuka aroma khas kopi yang terkadang menggoda di rongga hidung. Entah mengapa, kopi selalu saja mampu menjadi pasangan yang pas bagi pemandangan alam yang menakjubkan.
9.57.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 168 kali sebagai slogan kopi aesthetic
Baca
+Pustaka
Suddenly We Meet

Suddenly We Meet

Aduh, dia juga jadi ikut bingung karenanya. “Lo sekarang jadi suka kopi, An?” tanya Daren sembari menyeruput kopinya. Mengalihkan pembicaraan adalah jurus ninjanya, agar tidak ada kecanggungan di antara mereka. Ana melongo. Bahkan sekarang cara menyeruput kopi Daren, dinilai Ana sebagai salah satu tindakan paling estetik yang harus dimuseumkan saking kerennya. Caranya memegang cangkir, mencium aroma kopi, lalu meminumnya adalah sebuah mahakarya indah yang sulit untuk Ana lewatkan begitu saja.
107.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 250 kali sebagai slogan kopi aesthetic
Baca
+Pustaka
Love of My Life

Love of My Life

Kebodohan memang tidak mengenal status bukan? "Kopi saya masih sama seperti dulu ya, OG yang namanya nyontek nama beras. Hitam pekat tanpa pemanis buatan. Jangan seperti waktu dulu. Kamu mencampurkan garam alih-alih gula." Sebuah suara bariton menyapa pendengarannya. Denver Delacroix Bimantara. Sepertinya Denver telah mengenalinya dan mengikuti hingga ke pantry ini. Kepalang basah, nyebur aja sekalian.
9.921.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 604 kali sebagai slogan kopi aesthetic
Baca
+Pustaka
Makin Tua Makin Cinta

Makin Tua Makin Cinta

Persetan dengan berapa kopi yang Hana tuangkan ke dalam gelas. “Emang gue peduli mau berapa sendok kopi, berapa sendok gula? Emang gue peduli mau rata sendok atau enggak?? Emang gue peduli mau berapa kali ngaduk? Emang gue peduli mau searah putaran jam atau putaran bumi?! Denger ya bos anj1nggg!!! Gue nggak peduli. HUHHH…. MAKAN TUH KOPI!! NAMANYA KOPI YA TETAP KOPI.”
6.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 186 kali sebagai slogan kopi aesthetic
Baca
+Pustaka
Gemintang

Gemintang

Satya tersenyum. Mereka menyesap kopi secara bersamaan. Manis sekaligus ada rasa pahit di akhir, ciri khas kopi yang dibuat Satya selalu begitu. Terkadang beberapa pelanggan memiliki request khusus agar kopinya dibuatkan olehnya. “Sejauh ini oke, Pa. Cuma kadang-kadang jenuh aja,” Narthana kembali menaruh gelas kopinya di meja.
105.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 140 kali sebagai slogan kopi aesthetic
Baca
+Pustaka
Perempuan Kopi

Perempuan Kopi

“Airin suka kopi. Dan, kamu sekarang mencoba minum kopi. Kamu rindu aroma kopi yang biasa diminum Airin atau… kamu rindu sama Airin.” Sandy seolah tertampar. Mencoba kopi atau ia tengah rindu aroma kopi? Aroma kopi itu adalah perwujudan Airin. Perempuan yang acap kali menghabiskan waktu dengan berdiri di sisi jendela dapur, sambil membawa secangkir kopi, dan mata indahnya menatap kosong ke arah jalan.
108.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 217 kali sebagai slogan kopi aesthetic
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
345678
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status