SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK
"Jangan berharap banyak. Aku jarang berada di sini," gumam Kael datar.
Sabrina bangkit dari lantai, merapikan gaun sutra hitamnya yang kini sudah tidak berbentuk. Ia mendekat dengan langkah ragu, mengintip ke dalam lemari pendingin itu. Matanya membelalak. Di sana, tertata rapi barisan air mineral premium, beberapa kotak susu almond, kopi botolan, dan deretan makanan kaleng yang tersusun seperti prajurit sedang baris-berbaris. Ada juga beberapa bungkus mi instan sehat berbahan sayuran serta nasi porang instan yang hanya perlu diseduh air panas.
Bab Populer