Reinkarnasi Dewa Perang
lanjut Angkara, menulis kata besar di atas tanah, ‘SIHIR’.
“Mereka yang tinggal di barat tidak mengandalkan tenaga dalam atau jurus bela diri seperti kita. Bagi mereka, kekuatan yang kita sebut ‘tenaga dalam’ disebut sebagai mana. Sedangkan pancaran auranya dikenal sebagai sihir. Mereka mengolah energi dengan cara yang sama sekali berbeda, tanpa gerakan fisik, tanpa tarian pertempuran, hanya dengan kehendak dan simbol kekuatan.”
Satria mengangguk perlahan, mencoba mencerna penjelasan itu walau matanya sedikit kosong. “Jadi, mereka tidak menggunakan tubuh untuk bertarung? Aneh sekali…” gumamnya.
Hot Chapters