Gadis Bertubuh Gemuk dimiliki Oleh Tiga Pewaris
"Jangan memancingku, Isolde. Menatap siluet tubuh berlebihmu itu saja sudah cukup membuat akal sehatku terkikis, apalagi jika aku harus menyentuhmu di atas ranjang ini."
— Lucien Blackthorne.
"Kau pikir kau bisa lari dariku setelah membuat tubuhku mengeras setiap malam, Chubby? Menangislah sepuasmu, tapi pasrahmu tetap milikku."
— Evander Blackthorne.
"Kulit putih berisimu ini... adalah kanvas paling indah yang ingin kurobek pakaiannya dan kulukis dengan jemariku malam ini juga."
— Azriel Blackthorne.
Bagi Isolde Ravelyn, malam pertunangannya adalah neraka. Ia tidak hanya memergoki pria yang dicintainya berselingkuh secara vulgar di kamar hotel, tetapi juga harus menelan makian kejam yang menghina bentuk tubuh suburnya seberat 90 kilogram.
Di tengah kehancuran hidup dan rasa malu yang viral secara nasional, sebuah surat wasiat misterius menariknya masuk ke dalam Blackthorne Mansion—kediaman megah milik dinasti konglomerat paling berkuasa yang ditakuti di negara ini.
Namun, alih-alih menemukan perlindungan, Isolde justru terjebak di dalam sarang monster. Tiga pria pewaris Blackthorne awalnya memandang kehadirannya sebagai ancaman dan mencoba mengusirnya dengan berbagai intimidasi yang menyesakkan napas. Namun, benci perlahan berubah menjadi obsesi gelap. Ketiganya tidak bisa menahan gairah yang tersulut setiap kali melihat lekuk tubuh berisi milik Isolde yang menantang.
Lucien sang sulung yang dingin dan posesif, Evander si anak kedua yang menggoda dengan tipu daya manisnya, serta Azriel sang bungsu, seniman misterius dengan fantasi kanvasnya yang liar. Ketiganya perlahan menarik Isolde ke dalam pusaran hasrat terlarang, memperebutkan tubuh dan jiwanya secara brutal.
Bagaimana Isolde bisa bertahan ketika ia dikepung oleh tiga pria dominan yang siap mencicipinya bergantian, tanpa tahu bahwa ada rahasia darah besar yang siap menjungkirbalikkan takhta Blackthorne?