Bicara
Namun, yang paling penting hanya satu, Biannya telah kembali.
"Misell ...," panggil Bian sekali lagi.
Misell mendongak tanpa membuka suaranya, karena ia tak tahu harus berkata apa setelah sekian lama tidak bertemu Bian.
Misell tak peduli adanya air mata yang membekas di netranya, karena ia yakin, Bian tahu itu adalah tangis haru.
"Ich liebe dich."
Tiga kata yang baru saja keluar dari mulut Bian adalah kalimat paling tulus yang pernah Misell dengar semenjak mereka bersahabat.
Bab Populer