Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Terjebak Mantra!

Terjebak Mantra!

Demikian, Safa tidak pernah melihat kopi di kulstar, tapi pagi ini Kanisan mengatakan bahwa kopi ada di kulstar dan akan menikmatinya. “Apakah di kulstar ada yang namanya minuman kopi?” tanya Safa tiba-tiba. Kanisan menjawab sekalian menjelaskan, “Ada. Di kulstar ada sebuah minuman yang bernama kopi dan orang-orang kulstar sangat menyukainya. Memang, menurut ilmu sejarah yang aku pelajari, bahwa minuman kopi bukan minuman asli yang berasal dari kulstar, tapi berasal dari planet lain dan dibawa oleh manusia penjelajah antar planet. Tidak ada yang mengetahui siapa orang itu, tapi setidaknya kita sampai sekarang bisa menikmati dan menghidangkan minuman yang bernama kopi. Bukankah itu adalah seb
1010.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 309 kali sebagai status kopi
Baca
+Pustaka
Red in Us

Red in Us

Lagi pula tidak hanya satu lelaki yang berpakaian serba hitam. “Heh, kenapa bengong? Kenapa kopernya lo tinggal?” Rabu tiba-tiba saja muncul di depan Katha. Di tangan lelaki itu ada satu paper cup, dan dari sana tercium aroma kopi yang nikmat. “Ah, kopi gue!” seru Katha. Dia merebut peper cup dari tangan Rabu. “Makasih, bro.” Dia memukul punggung Rabu.
1018.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 671 kali sebagai status kopi
Baca
+Pustaka
CALON ISTRIKU, BUKAN ISTRIKU (BERBEDA KEYAKINAN)

CALON ISTRIKU, BUKAN ISTRIKU (BERBEDA KEYAKINAN)

Alif memesan kopi keliling yang posisi jualannya tepat berada di bawah patung badak, di bagian tengah alun-alun. “Kang punten, meser kopi.” “Muhun kang, sabaraha?” “Tilu, dua kopi hudeung tong dikucek, hiji kopi susu caina loba nya.” Si akang penjual kopi semula nampak bingung dengan pesanan Alif yang terakhir. Namun, setelah diyakinkan Alif bahwa memang untuk pesanan kopi susu, airnya dibuat penuh, barulah ia yakin. Selera kopi Alif dan Zulham sama, kopi hitam tidak diaduk, sementara Mustafa beda sendiri, satu cup gelas ukuran 16oz harus penuh airnya.
106.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 137 kali sebagai status kopi
Baca
+Pustaka
Secangkir Kopi Untuk CEO

Secangkir Kopi Untuk CEO

Ia sadar bahwa Sagara tak ingin menanti minuman yang di mintanya datang terlalu lama. “Ini Pak kopinya,” Anita meletakkan kopi itu di atas meja. Sagara meraih cangkir porselen berwarna putih itu lalu diminumnya sedikit kopi hitam itu. “Buat lagi,” ucapnya usai mencicipi sedikit kopi buatan Anita tersebut. “Ku-kurang pas ya Pak? Apa kurang gula?” tanya Anita memastikan hal apa yang kurang dari kopi yang dibuatnya.
107.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 209 kali sebagai status kopi
Baca
+Pustaka
Bukan Sekadar Suami Bayaran

Bukan Sekadar Suami Bayaran

Akan tetapi, demi misinya, Dika hanya diam saja tidak berani membela. "Kopi apa ini?" tanya Kevin sambil berteriak. "Maaf, Pak. Memang ada yang salah dengan kopinya?" tanya Dikaheran. "Kamu tanya apa yang salah?" ucap Kevin yang justru balik bertanya. Dika mengambil cangkir kopi yang isinya masih tersisa. Dia meminumnya hingga habis, tapi tidak ada reaksi apapun. "Nggak ada yang salah, ini enak," ucap Dika apa adanya.
101.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 70 kali sebagai status kopi
Baca
+Pustaka
Pembalasan Mantan Istri CEO

Pembalasan Mantan Istri CEO

tanyanya meminta pendapat Rio. “Tolong buatin kopi dulu sebagai ganti kopi yang lo tumpahin barusan” Kumi tersenyum kecil. Dia menuruti permintaan Rio. Setelah selesai, dia berikan kopi itu ke Rio. Rio menyesap kopinya dengan nikmat. “Kopi buatanmu enak! Pantas Shaka selalu memujinya dan membandingkan kopi buatanmu dengan kopi buatan Barista.” Rio tertawa.
1043.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai status kopi
Baca
+Pustaka
KELAMBU MERAH JAMBU

KELAMBU MERAH JAMBU

Oooh God, don't let he touchs me, please? "Anya?" "Ya, Kenzy?" "Mana, kopiku? Aku mengernyitkan dahi, bingung. Kopi, kopi apa? Oooh, jadi tadi itu Kenzy minta dibuatkan kopi? Serius, bukannya kopi buatanku nggak masuk ke dalam kriterianya? "Ummm, your coffee?" "Sorry!"
1020.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 429 kali sebagai status kopi
Baca
+Pustaka
Kontrak Ranjang Sang CEO Pengkhianat

Kontrak Ranjang Sang CEO Pengkhianat

"Kopinya. Blue mountain. 92 derajat." Aiko menyesap kopi itu perlahan. Hiroshi menahan napas, menunggu reaksi istrinya. Ia merasa seperti seorang magang yang sedang dievaluasi oleh direktur paling kejam di dunia. Aiko meletakkan cangkir itu kembali ke tatakannya dengan bunyi klunting yang nyaring.
832 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 27 kali sebagai status kopi
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status