Ipar Pergi Saat Kami Tak Punya Uang Lagi
"Lo, Fik, kamu ini harus percaya diri. Contoh Dewi dan Arif, dia saja modal penampilan bisa masuk di kalangan atas. Kamu punya kemampuan kok minder. Mama tidak suka kamu seperti itu! Pokoknya, ya. Jadi perempuan itu langkahnya harus panjang, apalagi Farhan mendukung kamu. Mama sudah ngobrol banyak sama dia, ternyata suamimu mempunyai misi dan visi untuk maju. Kamu harus ngikuti dia."
'Wuich, bahasa Mamaku ini sampai ada kata misi dan visi. Sepertinya dia sudah klop dengan suamiku,' batinku menerbitkan senyum simpul di bibir ini.
"Iya, Ma."
"Makanya, kalau Mama ngomel sama kamu itu didengarkan. Semua itu demi kebaikan kamu. Tuh, sekarang coba lihat, karena gemblengan Mama, kamu jadi berhasil.
Hot Chapters