Pacarku Ganteng, tapi Konyol
Kianna memilih untuk menunduk, menatap layar ponsel, meneruskan menulis ceritanya.
Gadis cantik berponi itu membaca ulang tulisannya yang sebagian telah ia tulis sebelumnya, ide di dalam otaknya saat ini begitu banyak untuk segera ia salurkan dalam rangkaian huruf. Jari jemari Kianna begitu lentik mengetuk keyboard yang ada di layar ponselnya. Cerita yang Kianna tulis memiliki awalan yang cukup menyedikan, tetapi semakin bertambah babnya, alurnya perlahan menjadi jauh lebih baik dan menyenangkan. Ada saja kejutan yang bisa ia tulis di dalam cerita, sama seperti kisahnya saat ini.
Bab Populer