Suamiku, Musim Dingin Tanpa Akhir
"Aku berusaha dan mencoba kok. Aku coba sayang sama kamu. Aku coba lupain Aira. Aku pikir kalau aku diam, kalau aku pura-pura baik-baik saja, lama-lama semuanya bisa berubah, tapi ternyata aku salah."
Aku tertawa getir, air mata sudah membasahi pipiku. "Mencoba? Kamu pikir aku ini eksperimen buat uji coba melupakan Aira? Kamu pikir pernikahan kita itu semacam obat buat nyembuhin luka lama kamu? Jangan bercanda! Aku ini istrimu bukan perban yang kamu tempel terus buang ketika sudah nggak berdarah lagi."
Abiyasa terdiam dan wajahnya memucat. Tangannya sempat bergerak seolah ingin meraihku, tapi dia membatalkan.