Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
CEO DINGIN ITU TERNYATA JODOH KU

CEO DINGIN ITU TERNYATA JODOH KU

Tanyanya Alven menaikkan sebelah alisnya keheranan,tidakbiasanya Sean menanyakan karyawan ,setaunya Sean pengila kerja tidak ada sama sekali tertarik sama wanita batin Alven "Yang mana , setau ku cuma satu orang saja karyawan baru itu pun atas rekomendasi teman ku kata Alven ." "Oh, atau ada yang sedang kamu incar?" tanya Alven blak-blakan." "Tinggal jawab aja, apa susahnya balasnya." "Sepertinya temanku eh salah bos ku maksudnya sudah normal ,hahaha Alven tertawa kencang." "Alven teriaknya, bulan depan potong gaji ...!!!"
1.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 27 kali sebagai suminten edan
Baca
+Pustaka
SUAMIKU SEDINGIN GUNUNG ES

SUAMIKU SEDINGIN GUNUNG ES

Mendengar penuturan Jung Sumi, Yunki sukses mengalihkan pandangan dengan atensi penuh pada wanita paruh baya tersebut. "Berapa yang dia berikan, kalau boleh saya tahu." "Lima ratus juta Won." Yunki dan Pak Ong saling tatap lantas mengangguk, seolah mendapatkan sebuah pemahaman dari teka-teki yang selama ini mereka pertanyakan. "A-apa bicaraku melewati batas? Apa Nona Seo melakukan kesalahan?" Jung Sumi menangkup mulutnya dengan mata terbelalak diikuti getaran-getaran kecil di sekujur tubuhnya.
107.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 179 kali sebagai suminten edan
Baca
+Pustaka
Pengantin Semu

Pengantin Semu

Bang Udin mengamati rumah mereka yang masih acak acakan. 'Mahal juga dari bawah ke sini dua puluh lima ribu,' gerutu Seina. "Ini kembaliannya, Dek." Bang Udin menyerahkan uang lima ribu ke tangan Seina, "Pasti mau bilang mahal, ya?" sambung lelaki buncit itu. Seina menjadi malu, bagai mana mungkin dia bisa tau apa yang sedang dipikirkan olehnya. "Maklum aja, Dek. Kan, dua kali pengantaran. Pertama dari warung nasi ke warung sembako, ke dua ... dari warung sembako ke sini," terang Bang Udin.
104.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 125 kali sebagai suminten edan
Baca
+Pustaka
Janji Kedua

Janji Kedua

"Setiap hari sarapan dengan baik, kan?" Satrio menoleh ketika Mbok Sumi tak kunjung menjawab pertanyaannya. Wanita yang turut mengasuhnya itu terdiam dengan pandangan sendu seolah ingin mengatakan sesuatu, tetapi tidak sampai hati untuk menyampaikannya. "Kenapa, Mbok? Bilang aja, Ocean itu kan istriku." "Mbak Cean ndak pernah makan di rumah, Mas. Kalaupun makan ya selalu mi instan itu. Pokoknya Mbak Cean ndak makan makanan di rumah ini."
1019.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 457 kali sebagai suminten edan
Baca
+Pustaka
Cintaku Tak Menuntutmu untuk Pulang

Cintaku Tak Menuntutmu untuk Pulang

Dia tiba-tiba memahami sesuatu, tetapi tidak mengatakan apa-apa kepada Keira dan malah tertawa. “Ada pepatah bilang, tiada pertemanan tanpa pertengkaran. Meski kalian nggak bertengkar, kalian juga termasuk berjodoh.” Kemudian, Sanny berbisik pada Keira, “Dia ganteng juga, lho. Gimana? Mau ajak kenalan dan minta nomornya?” Seusai berbicara, Sanny juga tidak menunggu respons Keira dan langsung mengulurkan tangannya ke arah Ethan.
930.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 816 kali sebagai suminten edan
Baca
+Pustaka
Bintang

Bintang

Bintang sesekali tersenyum tipis menatap foto-foto sahabat nya yang hanya ada foto mereka berdua, tidak ada yang sendiri-sendiri. Bintang beralih ke video, ternyata cuman hanya satu yang berjudul SAHABAT TER-ANEH TAPI AKU SAYANG dengan emot monyet membuat Bintang tersenyum lebar dan itu di ketahui oleh Danal yang dari tadi menatap nya, Danal juga ikut tersenyum, ia senang kalau teman nya senang. “Gua menang, Lo kalah.” seru salah satu anggota Bulzigh yang bermain catur, bernama Didit.
102.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 53 kali sebagai suminten edan
Baca
+Pustaka
CINTAKU SEBATAS MATERAI

CINTAKU SEBATAS MATERAI

Tapi Rania sangat bersyukur karena bisa makan tiga kali sehari. Ayah Rania bernama pak Deni sedangkan ibunya bernama ibu Dewi, dimana ayahnya dulu seorang kuli bangunan harian yang tenaganya dipakai jika ada yang membutuhkannya baru di kasihkan upah. Sekaranga Rania yang menjadi tulang punggung keluarga menjadi pemulung yang mencari barang bekas serta botol bekas buat di tukar dengan uang.
102.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 48 kali sebagai suminten edan
Baca
+Pustaka
Janji yang Tak Sempat Usai

Janji yang Tak Sempat Usai

Ada sesuatu dalam cara Keane menatapnya seolah ingin bicara lebih dari yang mulutnya izinkan. Tapi Nayla bukan remaja 17 tahun lagi. Ia tak bisa terus terbawa oleh nostalgia yang manis namun menyakitkan. “Gimana rooftop date-nya?” bisik Santi, muncul tiba-tiba dari balik sekat meja. “Biasa aja,” jawab Nayla singkat, pura-pura fokus pada layar komputernya. Santi mendengus. “Yaelah, Nay. Lo tuh lagi dijodohin sama cowok tampan pewaris perusahaan, dan lo masih bisa bilang ‘biasa aja’? Gila sih.”
10417 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 12 kali sebagai suminten edan
Baca
+Pustaka
Hug Me!

Hug Me!

Mama Eva meraba kertas nota di kantong saku. Sebaiknya tunggu Intan selasai makan baru aku tanyakan. Bisik dalam hati Mama Eva. Intan makan dengan lahap, sayur asem, pepes ikan, dan sambal perpaduan dari bumbu pepes, rasa asam segar dan pedas bersatu di mulut, sekejap dia lupa akan masalahnya. "Ma, Intan di PHK." Intan berkata sambil mengentikan kunyahanya.
1016.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 641 kali sebagai suminten edan
Baca
+Pustaka
Hilang Untuk Ditemukan

Hilang Untuk Ditemukan

"Rajin sekolah ya, sukses, dan bahagiakan kedua orang tuamu." Gadis kecil bernama Intan itu hanya mengangguk sambil maju selangkah dan mengucapkan terima kasih dengan perlahan. Pak Edi dan istri hanya dapat menahan rasa terharu serta mendoakan John atas segala kebaikannya. ***
106.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 151 kali sebagai suminten edan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
9
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status