Di Ujung Senja
Mengelus lembut rambut perempuan terhebatnya itu dan mengecup puncak kepalanya penuh cinta.
“Terima kasih sudah ada dan mau berkomitmen untuk menemaniku di usia senjaku, Sayang. Kamu adalah matahari pagiku, matahari yang menyadarkan aku bahwa di ujung senja yang kemudian menggelap itu, masih akan ada mentari yang bersinar cerah keesokan paginya. Dan mentariku adalah kamu.”
----------------------------------------- END ------------------------------------------