Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
PELITA DI TENGAH GELAP

PELITA DI TENGAH GELAP

Aku menatap gambar di bawah tulisan itu: tiga sosok kecil berpegangan tangan, dengan matahari tersenyum di atasnya. Aku menutup surat itu perlahan, memeluknya ke dada. “Ya Allah… kalau pun kami harus diuji, tolong jangan buat anak kecil ini ikut terluka.” Keesokan paginya, aku memasukkan surat itu ke dalam amplop besar, menuliskan alamat Dion di Padang. Aku tidak tahu apakah surat itu akan benar-benar sampai, tapi aku merasa lega setelah mengirimnya.
834 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 20 kali sebagai surat kecil untuk ibu
Baca
+Pustaka
Malam Pertama Sang Istri Kontrak

Malam Pertama Sang Istri Kontrak

Ia lalu membuka surat terakhir, tulisan kecil dengan coretan warna di ujung kertas: > “Aku pengen Ayah sama Ibu tetep sayang sampe aku tua.” Senyum Raffa melebar, tapi air matanya jatuh juga. Ia memeluk tiga surat itu ke dadanya, lalu menatap langit sore yang memudar keemasan. “Ternyata doa anak kecil bisa sampai sejauh ini,” katanya lirih. Langkah lembut terdengar dari belakang. Seorang perempuan datang sambil membawa dua gelas teh hangat dan tersenyum. “Kamu nemuin suratnya, ya?” tanyanya pelan.
101.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 49 kali sebagai surat kecil untuk ibu
Baca
+Pustaka
Mahligai Abu dan Berlian

Mahligai Abu dan Berlian

Sebuah tulisan yang terasa sangat akrab, meski dia tidak pernah melihatnya. "Untuk Anastasia tersayang, jika kau membaca ini: Ibu minta maaf harus meninggalkanmu." Ayu membaca kalimat pertama itu dengan suara bergetar. "Tapi ingat: hidup terlalu singkat untuk dibenci. Maafkan, nak. Untuk dirimu sendiri." Air matanya langsung menetes. Ini adalah surat dari ibunya. Ditulis sebelum kecelakaan, seolah meramalkan nasibnya.
2.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 85 kali sebagai surat kecil untuk ibu
Baca
+Pustaka
Dibasuh Empat Nyonya Cantik dan Menggoda

Dibasuh Empat Nyonya Cantik dan Menggoda

Itu adalah surat dari Ibunya di kampung. Namun, saat ia membaca baris demi baris tulisan tangan yang agak kaku itu, dadanya terasa sesak. "Bas, anakku ... jangan lupa selalu jaga kesehatan. Ibu selalu mendoakanmu dari jauh. Jangan telat makan, Nak, Djakarta itu kota besar yang keras ...."
1046.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.6K kali sebagai surat kecil untuk ibu
Baca
+Pustaka
Pangeran Pendekar Terasing

Pangeran Pendekar Terasing

Lalu, dengan mata mengembun, dia mengambil secarik kertas dan menulis sebuah surat. Tulisnya: “Untuk Ayah dan Ibu tercinta, maaf jika aku pergi tanpa pamit. Aku takut Ayah dan Ibu tidak akan mengizinkan kepergianku. Aku pergi bukan karena aku tak merasa nyaman di sini, kalian telah memberikan kasih sayang yang luar biasa kepadaku, lalu apa alasanku merasa tak nyaman dan bahagia berada di samping kalian? Aku hanya harus menyelesaikan tugasku sebagai Keluarga Chiu. Aku harus mencari adik-adikku yang berada entah di mana, jika aku telah berhasil menemukan mereka, aku akan datang kembali menemui kalian. Sebenarnya, aku ingin meminta bantuan Ayah dan Ibu untuk mencari adik-adikku, tapi aku sudah
8.218.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 378 kali sebagai surat kecil untuk ibu
Baca
+Pustaka
Istri Kedua Kaisar

Istri Kedua Kaisar

kata Albert. "Oh." "Jangan hanya 'oh'. Ibu benar-benar khawatir padamu. Tulislah surat pada Ibu. Katakan bahwa kau baik-baik saja," kata Albert. "Kau tahu aku sedang tidak baik-baik saja di sini," protesku. "Terserah. Yang penting tulislah surat untuk Ibu untuk mengurangi rasa khawatirnya," kata Albert. "Iya, iya," kataku.
1042.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai surat kecil untuk ibu
Baca
+Pustaka
ANAKKU MENJADI SAKSI MATA PERSELINGKUHAN SUAMIKU

ANAKKU MENJADI SAKSI MATA PERSELINGKUHAN SUAMIKU

ujar Ibu membuat kening ku mengkerut. “Surat? Apa, ya, Bu?” tanyaku. “Ya, Ibu juga nggak tahu, Nay. Coba sana dilihat dulu!” kata Ibu, matanya tak terlepas dari siaran Televisi di layar berukuran 51 inchi tersebut. Aku yang penasaran pun, bergegas beranjak bangkit dan berjalan menuju ke ruang tamu. Benar, ada sepucuk amplop berwarna coklat yang cukup lebar.
1064.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai surat kecil untuk ibu
Baca
+Pustaka
MEMBALAS HINAAN MANTAN SUAMI

MEMBALAS HINAAN MANTAN SUAMI

"Memangnya ibu nggak suka aku pulang kesini?" Ibu mengusap bekas air matanya di pipi. Dia meletakkan tumpukan kertas di atas ranjang. Saat aku hendak bertanya, Ibu justru memberikan lembaran-lembaran itu kepadaku. Astaga, apa Ibu sedang menulis surat wasiat? Apa rumah ini akan dijual dan dibagi dua antara aku dan Mas Adrian. Boleh juga, dengan begitu aku bisa membeli rumah minimalis dan hidup tenang di rumah baru tanpa gangguan apapun. "Surat peringatan dari Bank?" gumamku.
10106.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.7K kali sebagai surat kecil untuk ibu
Baca
+Pustaka
Istri yang Kau Remehkan

Istri yang Kau Remehkan

Apa yang ada terucap dari bibir mereka, belum tentu sama dengan apa yang ada di hati mereka. "Bukan, Suri. Pesan ibu tidak ada hubungannya dengan masalah rajutanmu. Ibu mengundangmu makan malam pada pukul tujuh malam nanti. Ibu berulang tahun yang ke enam puluh delapan. Biasakan untuk selalu berpikir positif ya, Suri? Jangan memikirkan hal yang jelek-jelek terus. Dengan selalu berpikir positif, biasanya kamu akan mendapatkan hasil yang positif pula. Mengerti, Suri?" "Mengerti, Pak," sahut Suri canggung. Ia tidak terbiasa berhandai-handai dengan Damar. Di kepalanya masih menganggap Damar sebagai atasan alih-alih partner bisnis.
1082.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.8K kali sebagai surat kecil untuk ibu
Baca
+Pustaka
Menjadi Ibu Untuk Anakku

Menjadi Ibu Untuk Anakku

Lalu biaya rumah sakit ibunya? Jelita menelan ludahnya. Mengingat wajah ibunya demi meredakan kemarahan yang hendak meluap. Wanita itu mati-matian memaksa sebuah senyuman di wajahnya dan menggelengkan kepala. “Baguslah,” komentar Nicholas. Berjalan ke samping bath up dan menyandarkan kruknya di dinding sambil berkata, “Hanya orang-orang yang berpikiran sempit yang suka tersinggung ketika ditegur.”
1016.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 535 kali sebagai surat kecil untuk ibu
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
34567
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status