Rumah Angker Warisan Bapak
Ia mengangkat surat itu dengan tangan gemetar, dan seketika itu juga mulutnya terbuka, memanggil nama Hendra dengan suara hampir berteriak, "Yah, Kartika pergi!"
Hendra yang tengah duduk di ruang tamu, mendengar suara istrinya. Dengan langkah pelan, ia menghampiri Anis dan menerima surat itu. Mata tua itu menatap kosong, membaca tulisan tangan Kartika dengan perlahan. Setelah selesai, dia hanya menghela napas panjang, seperti ada beban berat yang terlepas.
"Ya sudah... mungkin ini memang sudah jalannya," jawabnya datar. "Sebaiknya memang keluarga kita tak usah lagi berurusan dengan Kartika. Lha wong Broto saja tidak mau..."
Bab Populer