Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Upik Abu Mertua

Upik Abu Mertua

"Sabar Hafizah. Ibu sama suami sama-sama tega memberikan aku uang sedikit tanpa memikirkan harga-harga yang ada di luar sana, beruntung aku terlahir kaya raya, kalau tidak, nasibku jauh lebih buruk daripada sekarang." Hafizah memasukkan uang belanja tadi ke dalam dompet tabungannya, uang itu akan dia gunakan untuk dibelanjakan sabun cuci piring dan pembersih lainnya. "Hafizah!" Lestari memanggilnya keras dari ruang makan, padahal makanan yang disiapkan untuk ibu mertuanya itu bukan makanan murah, tetapi mengapa Hafizah masih mendengar suara ibu mertuanya teriak seperti itu?
2.0K viewsOngoingAdded to Library 56 Times as tabah
Read
+Library
Tawanan Tuan Kama

Tawanan Tuan Kama

Bibi Aini sering sekali memamerkan kekayaanya, perhiassan barunya yang baru di beli Paman Zainal dari pulau sebrang, perhiasan keluaran terbaru dan masih banyak lagi. Kila sudah menerima uang pinjaman dari Bibi Aini, setelah kila hitung - hitung uangnya mungkin cukup untuk menjenguk adik Tari. Tinggal menunggu Kama untuk datang. Ia sudah berjanji untuk memberitahu kabar Tari. Sekarang tinggal menunggu sore. *** Kama memandang tebing di hadapannya, terhalang oleh selat kecil namun dengan ombak yang ganas. Ia dan Raga sudah menghabiskan setengah hari di pulau Larangan dan tidak menemukan apapun.
630 viewsOngoingAdded to Library 24 Times as tabah
Read
+Library
ARABELLA

ARABELLA

Bella tidak akan betah. ******************************
104.2K viewsCompletedAdded to Library 148 Times as tabah
Read
+Library
Tawanan Cinta Tuan Abizar

Tawanan Cinta Tuan Abizar

Abizar menjawab dengan suara parau. "Jaga makam ibumu." "Tentu saja," Abizar membalas. "Jangan mengecewakan Layla dan keluarganya." "Tidak bisa janji," Abizar mendesis. "Jadilah anak yang berbakti dan penurut." "Tidak bisa janji." "Sesekali pulang ke Saudi." "Tidak bisa janji." Mendengarnya Omar mendengus. "Jangan lupa ibadah dan selalu ingat Allah."
1013.0K viewsOngoingAdded to Library 286 Times as tabah
Read
+Library
Takhta Takdir

Takhta Takdir

Link dengan nada yang dingin bertanya, "Perkenalkan tuan! Aku adalah kapten Tim ke-29, Resimen ke-3 dari legiun Beruang Hitam - Aaron Lewis" Pria itu menjawab cepat sembari mengeluarkan sebuah token perak berbentuk bulat dengan gambar beruang hitam mengenakan mahkota dari sakunya. Di atasnya, tulisan dengan nama Aaron Lewis diukir dengan indah. "Legiun Beruang Hitam?" Link menyahut heran. Meski Link yakin token itu asli karena ia telah melihatnya beberapa kali ketika di game, ia tidak segera melepaskan penjagaanya.
102.4K viewsOngoingAdded to Library 71 Times as tabah
Read
+Library
Dewa

Dewa

Menunjuk dada Caca. "Tapi Kak, kalau tidur di jalanan dingin," "Tidak apa-apa, Tuhan Maha Tahu dan Maha Penyayang, kelak Caca dan yang lainnya akan mendapatkan hadiah kebahagiaan yang kekal." Intan meyakinkan. "Apa?" "Surga yang abadi, asalkan kita sabar dan tabah menjalani hidup ini," seru Intan sambil mengelus kepala Caca.
9.97.6K viewsCompletedAdded to Library 168 Times as tabah
Read
+Library
Memantai [Tamat]

Memantai [Tamat]

Sementara, air di westafel terus saja mengalir. ****** “Yeeeey.. Sampai!!” teriak Emmy kegirangan. Kelima mahasiswa itu sedang bersandar di pagar dek kapal. Mereka memandangi menara khas Lampung, Menara Siger yang menyerupai mahkota tradisional. “Welcome to Lampung,” ucap Lili yang sedang membaca tulisan besar yang ada di tepi daratan. “Laper banget gua. Habis ini kita cari rumah makan ya guys?”
108.9K viewsOngoingAdded to Library 346 Times as tabah
Read
+Library
Koma

Koma

RIMBA "Bisa nggak nulis kisah orang lain aja, jangan kisah gue, muak gue bacanya males juga nginget masa lalu. Pokoknya bab selanjutnya harus ganti, tulis kisah lain! Fix no debat!" "Ssssttttt. Iya, gue ganti. Please..... jangan berisik." "Ganti di bab ini! Sekarang juga!" "gimana sih, katanya di bab selanjutnya?"
102.8K viewsOngoingAdded to Library 69 Times as tabah
Read
+Library
GADIS TAWANAN

GADIS TAWANAN

Cklek Tap... tap... tap, seorang laki- laki bertopeng berjalan mendekati kami. Rani tampak ketakutan segera ia membereskan piring lalu pamit undur diri. Siapa dia sebenarnya? Lalu dimana Iblis itu? Gulungan rantai yang biasa di pasangkan di kakiku kini berada di tangannya. Hawa dingin menusuk membuatku merinding. Kupalingkan wajahku ke arah lain dan...,
103.6K viewsOngoingAdded to Library 78 Times as tabah
Read
+Library
Firdaus

Firdaus

Cowok berkacamata tebal dan bermata kecil namun bulat itu menyingkap jaket atas meja yang menutupi lengannya, lalu mengulurkan tangan. "Haikal." Ia membalas jabat tangannya. "Rumahmu di mana?" "Agak jauh sih, mengkin sekitar setengah jam dari sini. Di daerah D****." "Wah jauh ya! kalau aku di gang situ," Jibril menunjuk ke luar jendela belakang sekolah, ke arah perkampungan di belakang sekolah. "Haha, dekat sekali ya, enak."
102.8K viewsOngoingAdded to Library 106 Times as tabah
Read
+Library
PREV
1234567
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status