Gelang Langit
“Gerbang yang kita tuju bukan sekadar pintu dari batu atau cahaya. Ia adalah kesadaran. Jika hati kita goyah, maka ia tidak akan menampakkan diri.”
Mereka melanjutkan perjalanan. Semakin jauh menurun, udara berubah. Kabut makin tebal, dingin menusuk hingga ke tulang. Di sela kabut itu muncul bayangan-bayangan samar, seolah sosok-sosok yang berdiri mengawasi, namun lenyap setiap kali ditatap langsung.
Tirta menggeram kecil, menepuk dadanya sendiri untuk mengusir rasa dingin yang menempel.
Bab Populer