Yang selalu bikin aku curiga soal label 'manga id' adalah bagaimana sumbernya sering nggak jelas—kadang itu cuma domain atau tag untuk koleksi terjemahan komunitas, bukan tanda terbitan resmi.
Dari pengamatanku, kalau sebuah situs atau aplikasi menyatakan punya terjemahan Bahasa Indonesia resmi, biasanya ada informasi penerbit yang jelas, nomor ISBN untuk volume cetak, atau tautan ke toko resmi tempat kamu bisa membeli edisi digital/print. Kalau itu tidak ada—seringkali yang kamu temui adalah terjemahan amatir atau scanlation yang dibuat penggemar. Itu bukan berarti terjemahan itu jelek; banyak scanlation yang rapi dan cepat, tapi tetap berbeda statusnya dengan rilisan berlisensi.
Saran praktisku: cek halaman legal atau About di situs tersebut, lihat apakah ada kerja sama dengan penerbit lokal, dan kalau mau mendukung mangaka, pilih versi resmi yang tersedia. Aku selalu merasa lebih tenang kalau tahu hasil kerja kreator dihargai dengan benar, meski kadang godaannya susah ditahan kalau rilis resmi telat atau mahal.