Menuju Matahari
Dan di langit terdapat semacam papan kecil yang memanjang hingga kejauhan, tempat seekor ular besi berkilat meluncur di atasnya dengan kecepatan luar biasa.
“Maksud Paman, memasuki mimpi orang lain dan mengambil semua isi pengetahuannya?”
Ki Caraka tertawa. “Nah, kau langsung paham. Kau akan menjadi mutiara di antara kami.”
“’Kami’?”
“Kau pasti sudah tak tahan untuk menanyakan, siapa kami yang pergi berombongan dan menjemput kalian di dekat Telaga Rendeng itu tadi.”