Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
DOKTER SETAN

DOKTER SETAN

Ubin putih rumah sakit mulai dipenuhi titik-titik air. Bukan dari kebocoran. Jejak kaki. Basah. Muncul satu demi satu. Bukan seseorang yang berjalan meninggalkan jejak. Melainkan jejak itu muncul sendiri, seolah kaki tak kasatmata sedang melangkah. Tap. Tap. Tap. Jejak itu bergerak dari lift menuju arah kami. Intan meremas lenganku. “Radit...” “Aku lihat.”
1.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 32 kali sebagai tapak jejak
Baca
+Pustaka
Mantan Jadi Suami

Mantan Jadi Suami

Bersambung Jangan lupa tinggalkan jejak kawan Terimakasih
1.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 35 kali sebagai tapak jejak
Baca
+Pustaka
Surga yang Berdarah : Reinkarnasi Sang Kaisar Terbuang

Surga yang Berdarah : Reinkarnasi Sang Kaisar Terbuang

Di dinding lorong, rune api MERAH berkedip, memantulkan bayangan mereka dan bayangan ibu yang menunggu di puncak. Di setiap 100 meter, terdapat “Pijakan Api” batu api merah yang berkilat, yang menunjukkan “ingatan api” kilas balik 1 detik dari siapa yang pernah naik lorong ini dan apa yang mereka tinggalkan. Pijakan ke 100: kilas balik muncul: Dewi Surga muda menatap bayi Xue Feng, tersenyum, tapi mata berlinang air mata, seolah tahu apa yang akan terjadi.
936 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 32 kali sebagai tapak jejak
Baca
+Pustaka
Simfoni Tanpa Nada

Simfoni Tanpa Nada

Di sebelahnya, ada jejak kaki yang aneh. Aditya berjongkok, memeriksa jejak itu dengan saksama. Ukurannya besar, jauh lebih besar dari jejak manusia. Ada bekas cakar panjang di ujungnya, mencetak dalam di tanah basah. “Jejak ini...” gumamnya. Sebuah suara rendah dan dalam terdengar dari arah kabut. Suara itu seperti desahan panjang yang berat, membuat bulu kuduk Aditya berdiri.
1.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 35 kali sebagai tapak jejak
Baca
+Pustaka
TUBUH GIOK PANGERAN TERBUANG

TUBUH GIOK PANGERAN TERBUANG

“Aku harus bertahan. Jika tempat ini adalah neraka sekalipun, aku akan keluar dari sini hidup-hidup.” Xuan Li melangkah maju, menyusuri dunia asing yang dipenuhi aura bahaya. Setelah berjalan beberapa saat, ia menemukan jejak kaki besar yang membekas di tanah. Jejak itu tidak seperti milik manusia, terlalu besar dan berbentuk cakar, dengan lekukan tajam yang dalam. Xuan Li berjongkok, memeriksa jejak itu dengan seksama.
9.860.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.2K kali sebagai tapak jejak
Baca
+Pustaka
Jejak Kecil di Tengah Magrib

Jejak Kecil di Tengah Magrib

Pandangannya tertarik pada sesuatu di balik semak-semak di dekat batu besar pinggir jalan. Uri memberanikan diri untuk maju selangkah, lalu berhenti lagi. Muncul rasa ragu, tapi rasa penasaran yang tak ia mengerti membuatnya mendekat. Tangannya yang kecil gemetar ketika ia menyibakkan daun-daun semak itu. Lalu ia melihatnya. Di sana, tergeletak dalam posisi yang tak wajar, tubuh Ana, sahabatnya!
998 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 39 kali sebagai tapak jejak
Baca
+Pustaka
Jejak Pedang di Langit

Jejak Pedang di Langit

"Apa yang harus aku lakukan?" Tuan Zhao terdiam sejenak sebelum menjawab. "Ada kuil kuno di puncak Gunung Yinfeng. Di sana, rahasia sebenarnya dari Jejak Pedang di Langit tersembunyi. Tapi perjalanan ke sana penuh dengan bahaya. Dan waktumu tidak banyak." ---
1.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 34 kali sebagai tapak jejak
Baca
+Pustaka
Jejak Cinta di Atas Abu

Jejak Cinta di Atas Abu

Namun, aku tidak ingin kembali ke sana. Setelah berpikir, aku menunjuk botol air mineral. Lukas mengerutkan alisnya, suaranya terdengar sedih. "Kamu ingin aku menaburkan abu kremasimu ke laut?" Aku mengangguk. Lukas tersenyum dengan mata yang mulai merah. Dia mengangguk, "Baiklah, kita makamkan di laut, biar Sandi seumur hidup nggak pernah bisa menemukan tempat untuk berziarah."
30.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 833 kali sebagai tapak jejak
Baca
+Pustaka
JEJAK RINDU YANG TERLARANG

JEJAK RINDU YANG TERLARANG

ajak Luna pada rekannya yang lain. "Gak bisa, Mbak, ini belum kelar. Malik aja." tolak Intan dengan wajah lelahnya. Luna mengangguk lalu beralih pada Malik yang berada di sebelah Intan, "Lik, yuk!" "Aku nyusul, Mbak. Ini dikit lagi selesai." jawab Malik tanpa menoleh. "Yaudah, jangan lama-lama, ntar Pak Bagas ngomel."
2.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 77 kali sebagai tapak jejak
Baca
+Pustaka
Peta Yang Tak Pernah Ada

Peta Yang Tak Pernah Ada

Mereka bertiga saling menoleh cepat. “Dengar itu?” tanya Julian, matanya membesar. “Ya,” sahut Nate tegas. “Kita sudah dekat... sangat dekat.” Di tanah, muncul jejak samar seperti bekas tapak kaki yang membara, seolah ada seseorang—atau sesuatu—yang baru saja melintas di jalur itu.
1.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 22 kali sebagai tapak jejak
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status