My Game Boyfriend
Tatapan matanya yang tadinya dingin dan penuh tuduhan, kini berubah kembali menjadi sorotan mata yang penuh cinta, kasih sayang, dan rasa bersalah yang mendalam.
“Aku takut, Melati… aku sangat takut kehilanganmu,” akunya dengan suara yang hampir berbisik, matanya menatap lekat-lekat manik mata kekasihnya. “Kau begitu indah, begitu sempurna, dan begitu berharga bagiku. Terkadang aku merasa diriku tidak cukup baik untukmu. Saat melihat ada orang lain yang pernah dekat denganmu, ada orang lain yang mengenalmu lebih dulu dariku… aku merasa sangat kecil dan sangat cemas. Aku takut ada sebagian hatimu yang pernah kau berikan kepada mereka, atau takut suatu saat kau akan menyadari bahwa kau pantas