Pekik Ketakutan
Tampaknya ia terlalu meremehkan wanita itu.
Jenderal kedua langsung mengejarnya bersama pasukannya.
Ratu Anggini segera menaiki kudanya, memutar balik dan memacu kudanya sambil berseru, “Mundur!!!”
Jenderal kedua Raja Borate terkenal dengan julukan si Mata Elang. Ia bisa memanah apel di atas kepala dari jarak tujuh puluh meter sambil berkuda tanpa pernah meleset. Ketika ia membidik serasa ia sedang bersemedi di gunung, ditemani gemericik air sungai mengalir, desir angin sepoi, dan suara burung bercengkerama. Selain itu ketepatan mengukur membuatnya seakan hanya memanah dalam jarak 10 cm saja dari target. Kini ia mengekor Ratu Anggini, meregangkan busurnya dan mengeker bahunya.
Hot Chapters