Misteri Hilangnya Sahabatku
Leherku sakit dan Aku kesulitan untuk bernapas, sementara lidahku tidak berhenti mengucapkan kalimat tauhid dengan sisa-sisa tenaga yang kumiliki.
"Laa ilaha illallah, laa ilaha illallah, laa ilaha illallah!"
Aku terbangun, itu hanya mimpi, tapi lidahku masih bergerak melafalkan tahlil. Napasku ngos-ngosan dengan tubuh bersimbah peluh, mimpi itu serasa begitu nyata.
Air mata keluar begitu saja, aku pun menangis. Jiwaku terguncang dan aku masih syok membayangkan mimpi buruk tadi. Bagaimana tidak? Hampir saja aku sekarat karena digantung.
الفصول الرائجة