KEMBALINYA SANG RATU
Madrasah yang dahulu lahir dari keheningan, kini dipanggil untuk berdialog di ruang akademik.
Namun bukan itu yang membuat matanya berkaca-kaca. Di bawah surat itu, ada video pendek dari seorang anak kecil di lembah Swat, Pakistan. Ia sedang menanam pohon sambil mengucap, dalam Bahasa Pashto yang sederhana: "Pohon ini untuk langit, agar anak-anak langit tak kehilangan tempat berteduh."
Lintang memejamkan mata. Madrasah Langit bukan lagi miliknya. Ia telah menjadi jiwa dunia, bersemayam di benih, doa, dan harapan banyak orang.