Pembalasan Sang Dokter Jenius
“Mau kopi?”
Joko, yang pikirannya masih kacau, hanya mendongak menatapnya. “Kopi?”
“Iya, kopi,” ulang Rani, senyumnya sedikit melebar. “Aku tahu. Aku sadar diri. Aku bukan Pakar Kopi CV. Karya Sejati kayak kamu. Tapi aku bisa, kok, bikin kopi instan yang lumayan enak. Mau, kan?”