Sentuh Aku, Pak!
Keina hanya menganggukan kepala, tak berniat untuk menjawab sebab dia sedang sibuk mengaduk kopi.
"Kalau kamu berkenan, bisa tolong buatkan saya kopi setiap pagi, Na?" Kahfi berterus terang saja daripada main kode-kodean.
Detik itu juga Keina langsung menatap Kahfi, membuat manik mereka saling beradu untuk beberapa saat sampai akhirnya Keina mengangguk setuju. "Oke, enggak masalah. Lagian aku jago bikin kopi." jawabnya kemudian meletakan secangkir kopi yang masih mengepulkan uap itu ke atas meja makan.